Kepala BPKAD: Eksekusi Program 2020 Diharapkan tidak Molor

oleh -108 views

LOMBOKSATU – Tahun 2019 ini masih sempat beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) molor dalam eksekusi program. Namun untuk tahun 2020 mendatang diharapkan tidak ada lagi OPD yang lambat mengekskusi program dan anggaran.

HM. Juaini Taufik

Mengantisipasi hal itu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah mendahului tahun anggaran 2020 bagi-bagi Daftar Pelaksana Anggaran (DPA) ke semua OPD.

‘’Penyerahan DPA ini dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di Lotim,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lotim, HM. Juaini Taufik kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (20/12/2020).

Ini adalah tiket prestasi kerja BPKAD Lotim di bawah pimpinan Kepala Badan yang baru HM Juwaini Taufik dalam menyusun perencanaan keuangan daerah. Terbukti perencanaan tata kelola anggaran 2020 telah rampung sebelum memasuki tahun anggaran bersangkutan sehinga penyerahan DPA 2020 sudah dilakukan Desember 2019 ini.

Mantan Kadis PMD Lotim ini menyebutkan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2019 ini, biasanya DIPA dibagikan pada awal bulan Februari, tetapi pada saat ini DIPA sudah dibagikan pada akhir tahun 2019 tepatnya bulan Desember 2019 dengan alasan masing-masing OPD segera melakukan persiapan-persiapan.

Melalui pola dibagikannya sebelum tahun 2020 atau pada Desember 2019 sesuai harapan Bupati Lombok Timur, kata Taupik, maka proses pelelangan proyek dilakukan lebih awal agar tidak kolor.

‘’Jangan menunggu uang ada baru melakukan kegiatan. Meski pada saat ini kita masih terkondisikan dengan dana pusat yang jumlahnya Rp.68 APBD kita masih dari dana perimbangan,’’ harap bupati seperti dituturkan Juaini Taupik.

Prinsip yang dilakukan sekarang lanjutnya, pekerjaan kemajaun fisik boleh mendahului dari kemajuan keuangan. Artinya, semua OPD ini diminta segera bekerja. Masalah keuangan tentunya pasti akan diberikan. Hanya saja, selama ini yang terjadi di OPD masih berhitung pada aliran kas saja.

Diharapkan dengan diberikannya DIPA lebih awal, semua pekerjaan ini bisa dilelang lebih awal, jangan hanya menunggu. “Meski kita melakukan pelelangan, tetapi kita berikan kepada orang-orang yang benar memiliki dana sehingga pekerjaan kita tidak terlambat,’’ katanya.

Disebutkan, bagi siapapun yang bekerja pada pemerintah tentunya semua kegiatan akan dibayar oleh pemerintah. ‘’Hal inilah yang seharusnya menjadi kata kunci kita, sehingga kita segera bekerja. Tapi selama ini, kita bekerja selalu menunggu dan menyesuaikan dengan aliran kas saja,’’ ujarnya.

Masing-masing OPD sebenarnya pada saat ini sudah memiliki perencaan, sehingga dibagikan DPA-nya lebih awal, yang biasanya DPA diberikan pada bulan Februari, agar tidak terulang kembali seperti tahun 2019 yang terlambat melakukan pelelangan dan lainnya.

‘’Pak Bupati mengharapkan, minimal bulan April nanti semua program sudah mulai dieksekusi atau selambat-lambatnya bulan Juli, sehingga tidak ada pekerjaan yang tidak tuntas dikerjakan,’’ kata Juaini Taufik.

No More Posts Available.

No more pages to load.