Infrastruktur Irigasi Lombok Timur Harus Andal

oleh -198 views
Kabid Pengairan saat pantu lokasi bersama tim

LOMBOKSATU – Keterbatasan anggaran untuk membangun infrastruktur irigasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan pengairan lahan pertanian di Lombok Timur tidak menjadi halangan, bahkan pembangunan sarana dan prasarana harus andal sehingga memiliki masa penggunaan yang lama.

Kabid Pengairan Dinas PUPR, Sosiawan Putraji mengatakan, pembangunan infrastruktur yang bertujuan menggairahkan masyarakat petani dalam menggarap lahannya diperoleh dari bantuan dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat.

“Dua tahun terakhir ini, alhamdulillah perolehan DAK untuk daerah kita cukup signifikan,’’ kata Sosiawan, Rabu (14/08/2019) di Selong.

Disebutkan, perhatian pemerintah pusat terhadap penyiapan sarana dan prasarana irigasi pertanian perlu diapresiasi oleh semua masyarakat Lombok Timur, khususnya petani karena pusat juga memberikan apresiasi.

“Daerah Lombok Timur memperoleh apresiasi yang cukup bagus dalam pemanfaatan DAK tersebut. Kita dinilai melaksanakan semua persyaratan penggunaan DAK sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Sosiawan.

Menurut Sosiawan, Lombok Timur sampai saat ini masih banyak daerah irigasi yang harus dibenahi, sehingga Lombok Timur masih butuh banyak dana DAK.

“Pada 2018 lalu Lombok Timur memperoleh DAK bidang pengairan sebesar Rp.39,8 miliar. Berikutnya meningkat pada 2019 memperoleh Rp49 miliar,” kata kabid yang rajin turun ke lapangan ini.

Lebih lanjut kabid yang akrab disapa Oci ini mengatakan, pada 2019 ini untuk bidang pengairan saja, APBD Lombok Timur mengalokasikan Rp 50 miliar (multiyears) untuk percepatan pembangunan infrastruktur irigasi.

Oleh karena itu, pihaknya selaku pelaksana di lapangan terus memberikan antensi terhadap pembangunan yang ada dengan turun ke lapangan mengawasi pekerjaan fisik.

‘’Untuk pengerjaan proyek fisik sarana dan prasarana irigasi pertanian itu harus terus-menerus dimonitor perkembangannya,’’ kata Kabid yang rajin turun ke berbagai lokasi proyek pengairan di Lombok Timur tersebut.

Bagi Oci, andalnya suatu infrastruktur irigasi tidak terlepas dari proses pengerjaannya sehinga harus terus menerus diawasi meski lokasinya jauh di pedesaan.

‘’Boleh saja lokasi proyek irigasi tersebut jauh dari kota, tetapi jangan lantas rekanan seenaknya bekerja,’’ pungkas Oci.

No More Posts Available.

No more pages to load.