Warga NTB Berharap TGB Masuk Kabinet Jokowi-Amin

oleh -122 views

LOMBOKSATU – Kalangan petani dan warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP HKTI) NTB berharap mantan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang populer dengan sebut TGB bisa diakomodir oleh Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin masuk dalam jajaran menteri.

Ketua DPP HKTI NTB, H Rumaksi SJ mengemukakan, mantan gubernur NTB dua periode itu telah menunjukkan prestasi gemilang. Dalam hal penyelenggaraan pemerintahan misalnya, NTB meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaksanaan penggunaan anggaran Negara selama pemerintahannya. Selain itu, TGB dinilai mampu untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan negara.

TGB. Dr. M. Zainul Majdi, MA

‘’Prestasi TGB untuk merencanakan sekaligus mewujudkan Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) Lombok Tengah juga harus diapresiasi. Dan fakta mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah (Loteng) harus juga menjadi pertimbangan presiden untuk menunjuk TGB sebagai salah satu pembantunya di kabinet,’’ kata H Rumaksi, di Selong, Ahad (07|07|2019).

Wakil Bupati Lombok Timur ini menjelaskan, satu hal yang menjadi catatan bersejarah pada periode TGB sebagai gubernur, NTB telah masuk catatan rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. ‘’SDM yang dimiliki TGB tidak diragukan akan dapat menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan kepadanya dalam bidang apa saja oleh presiden,’’ ujar mantan anggota DPRD NTB beberapa periode ini.

Dikatakan Rumaksi, Presiden Jokowi harus mempertimbangkan pula soal SDM dari NTB yang tidak pernah dipercayakan duduk di jajaran kabinet. Oleh karena itu, TGB yang merupakan cucu pahlawan nasional TGKH M Zainuddin Abdul Madjid itu diharapkan bisa masuk kabinet, karena TGB dinilai dapat mengemban tugas yang akan dipercayakan kepadanya.

“Atas nama warga Lombok Timur dan petani di NTB, saya betul-betul berharap presiden Jokowi menunjuk TGB menjadi salah satu menterinya,’’ kata Ketua DPD Nasdem Lombok Timur itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.