Pemkab Lotim Tandatangani Pernyataan Bersama Jaga Kondusifitas

oleh -1.642 views
oleh
Pose bersama saat penandatanganan pernyataan bersama antara bupati, forkopimda, dan sejumlah ormas keagaamaan
Pose bersama saat penandatanganan pernyataan bersama antara bupati, forkopimda, dan sejumlah ormas keagaamaan

LOMBOKSATU.com – Menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Lombok Timur Bupati bersama Forkopimda, Ketua DPRD dan ormas keagaamaan menandatangani Pernyataan Bersama, Senin (03/01/2022).

Selain itu, turut menandatangani pernyataan bersama itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Pengurus Daerah (PD) NWDI, Ketua MUI, Ketua PD NU, Ketua PD NW, Ketua Yayasan Maraqitta`limat, dan Pimpinan Yayasan Assunah Lombok.

Pernyataan bersama berisi tujuh poin tersebut ditandatangani usai pembahasan upaya pencegahan munculnya tindakan-tindakan intoleran di daerah yang masih saja terjadi.

Bupati HM Sukiman Azmy membuka pertemuan tersebut menegaskan, sesungguhnya tidak ada persoalan di antara semua organisasi dan kelompok keagamaan di daerah ini.

Hanya saja, ia menilai ada oknum yang menyampaikan tausiah tidak sesuai tuntunan Rasulullah Saw yang mengarah pada ujaran kebencian. Kasus tersebut kini tengah ditangani Polda NTB, terang Bupati.

Di sisi lain ia berharap masyarakat juga tidak gampang terprovokasi dan menyerahkan pada mekanisme hukum.

Tujuh poin pernyataan bersama tersebut salah satunya memuat pernyataan untuk menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pendirian rumah ibadah, lembaga pendidikan, maupun lembaga yang berkaitan dengan sosial keagamaan, dan menyerahkan penyelesaian melalui jalur hukum apabila terjadi perlanggaran terhadap peraturan perundang-undangan.

Termasuk pula di dalamnya ikut berpartisipasi mengawasi, menolak, dan mengutuk tindakan intoleran, radikalisme, dan terorisme.

Pernyataan bersama tersebut dikunci dengan poin mendukung pemerintah menciptakan situasi rukun dan damai.

Penandatanganan pernyataan bersama ini digagas pemerintah daerah menyusul kasus penyerangan terhadap markas jamaah Assunah di Bagik Nyaka oleh sekelompok orang tidak dikenal.