Wabup Lombok Timur Apresiasi Islamic Relief Tangani Kemiskinan Ekstrem

oleh -593 views
oleh
kemiskinan
Wakil Bupati Lombok Timur HM Edwin Hadiwijaya apresiasi kepada Islamic Relief atas kolaborasi strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lombok Timur

LOMBOKSATU.com Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan apresiasi  kepada Islamic Relief atas kolaborasi strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lombok Timur.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri dan mengarahkan program-program bantuan yang datang agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal itu disampaikan pada acara kunjungan Islamic Relief’s (IR)  pada Rabu (29/10/2025) di desa Puncak Jeringo.

Dari sekitar 1,4 juta jiwa masyarakat Lombok Timur, terdapat 145.000 yang berada dalam klaster miskin (desil 1). Wabup pun menegaskan  fokus utama pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur adalah menekan angka kemiskinan ekstrem.

Ia menyampaikan rasa terima kasihnya, karena Islamic Relief telah memilih Lombok Timur sebagai sasaran program, dan berharap kolaborasi ini dapat menjadi pionir dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Lebih lanjut, Wabup menyoroti pentingnya pendampingan dalam program pengentasan kemiskinan. Ia mengakui bahwa penyaluran bantuan sering kali tidak efektif.

“Alhamdulillah ini (program) ada pendampingan, itu saya kira mungkin menjadi kunci penting kita untuk melaksanakan program ini.”

Wabup berharap pada akhirnya program ini mampu mengangkat masyarakat dari kemiskinan ekstrem menuju kondisi yang lebih baik, dengan memanfaatkan data terpadu (DTKS) sebagai acuan utama.

“Kami berharap nanti kedepannya dengan provinsi kita bisa bersinergi untuk memperluas jangkauan daripada kemiskinan ekstrem,” pungkasnya.

Program pengentasan kemiskinan ekstrem ini merupakan sebuah terobosan baru dengan menetapkan pendekatan graduasi yang menggabungkan tiga prinsip penting.

Metode inovatif ini diharapkan menjadi kunci untuk secara signifikan mengurangi angka kemiskinan ekstrem, bahkan menekan tingkat kemiskinan nasional hingga 0,5%, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.