Penanganan Stunting, Dinas Kesehatan Lombok Timur Dinilai Tepat Sasaran

oleh -384 views
oleh
pujian
Wagub NTB bersama bupati dan kadis Kesehatan saat launching Gotong Royong Bhakti Stunting di Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik

LOMBOKSATU.com – Kabupaten Lombok Timur mendapat pujian dari Wakil Gubernur NTB Hj. Siti Rohmi Djalilah.  Selain memuji bupati, dinas kesehatan juga mendapatkan hal yang sama.

Meski sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, namun mampu melakukan intervensi penanganan stunting dengan baik.

Pujian itu dilontarkan Wagub saat launching Gotong Royong Bhakti Stunting di Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik, Senin (22/05/2023).

Menurutnya, penurunan angka stunting di Lombok Timur cukup drastis. Penanganan stunting merupakan program prioritas prioritas pusat.

Angka-angka stunting diketahui datang dari proses survei.  Mulai dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) maupun proses pencarian data lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Pathurrahman dal kesempatan tersebut menjelaskan pengendalian stunting di Kabupaten Lotim sudah mendapat perhatian serius.

Pihaknya menyadari, dampak stunting secara konseptual akan pengaruhi perkembangam otak, tumbuh dan organ tubuh anak.

Jangka pendek berpengaruh pada kognitif atau intelegensi. Masa tua rentan resiko penyakit tidak menular seperti diabetes, serangan jantung, dan lain.

“Kalau otaknya terganggu, berpengaruh pada kecerdasan maka tak bisa sekolah tinggi. Masa depan anak yang stunting terancam,” ungkapnya.

Berdasarkan Data SSGI tahun 2021 Lotim penyumbang terbesar stunting di NTB. Tapi, tahun 2022 data SSGI turun menempatkan Lotim tak lagi nomor satu.

Lombok Timur saat ini menjadi urutan ketiga setelah Loteng dan KLU dengan persentase saat ini 35 persen dari sebelumnya 37 persen.

Sementara, berdasarkan data EPPGBM, tahun 2018 angka stunting 26,45 persen. tahun 2022, menurun tajam dan tersisa saat ini 16,09 persen. Akhir tahun 2023 ini, diharapkan bisa tersisa 14 persen.