Komunitas Pecinta Anggur Binaan Anggota Binaan Dewan Terus Berkembang

oleh -963 views
oleh
Salah seorang anggota komunitas pecinta anggur tengah memanen anggur hasil budidayanya
Salah seorang anggota komunitas pecinta anggur tengah memanen anggur hasil budidayanya

LOMBOKSATU.com – Komunitas Pecinta Anggur (Pengangguran) semakin berkembang di Kecamatan Praya Barat. Pengembangan konumitas Pengangguran di wilayah tersebut dimotori anggota DPRD Lombok Tengah Fraksi Partai Golkar Lalu Akhyar.

Pria asal Desa Penujak itu pun menjadikan komunitas ini sebagai salah satu memberdayakan konstituennya. Kini, sudah 24 orang warga Desa Penujak, tepatnya Dusun Mantung yang diberdayakan.

Bahkan, 24 warga yang sebagian besarnya pemuda itu, telah dilatih bagaimana membudidaya tanaman anggur. Untuk mendukung program tersebut, Akhyar juga ikut membudidayakan tanaman anggur yang terdiri dari 30 varietas dan ratusan pohon di rumahnya.

“Di sini basecamp mereka untuk berdiskusi, berbagi ilmu tentang budidaya tanaman anggur. Karena sekarang ini mereka sudah mulai budidaya dan kita pantau terus,” ujar anggota dewan Loteng Dapil IV, Kecamatan Prabar-Prabarda ini.

Dikatakan Akhyar, bahwa budidaya tanaman anggur ini tidak mudah seperti membudidayakan tanaman buah lainnya. Selain karena harga bibitnya mahal, teknik budidayanya juga lumayan rumit, butuh bimbingan dari tutor yang berpengalaman.

Karena itu, sejak ia menggeluti hobi baru ini, kerap mendatangkan tutor ke basecamp. Dengan menghadirkan para petani anggur yang diberdayakan itu. Hasilnya, sekarang sebagian dari mereka sudah pandai melakukan graffting (penyambungan bibit).

“Saat ini, teman-teman itu membudidaya anggur seadanya dulu di halaman rumahnya karena ini tahap pembelajaran,” terangnya.

Ke depan lanjutnya, jika budidaya tahap awal ini sukses, mereka berencana mengembangkan tanaman ini dalam jumlah besar. Artinya tidak hanya sebatas di pekarangan rumah saja, tapi di lahan produktif juga. Selain itu, tidak hanya menyasar Dusun Mantung saja, tapi juga warga di Dusun Tenandon.

“Dua dusun ini akan kita jadikan sebagai destinasi wisata kampung anggur. Sejalan dengan keberadaan Penunak sebagai salah satu desa wisata di Lombok Tengah,” ungkapnya.

Namun demikian, sebelum itu ia berharap ada dukungan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait kepada mereka. Terutama dukungan pembibitan, obat-obatan, pembuatan grandhouse dan lainnya.

Karena sekali lagi, pada 2023 mereka berencana mengembangkan tanaman anggur ini secara besar-besaran. Sebab, hajatan besarnya, buah anggur mereka tidak hanya masuk pasar lokal saja, tapi pasar mancanegara dengan mensuplay kebutuhan pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Makanya pemberdayaan dari Pemda sangat kita butuhkan. Pemerintah harus melihat potensi ini. Jangan dilihat sebelah mata, karena saya dapat informasi dari teman-teman komunitas, mereka belum pernah dapat bantuan dari Pemda,” tutur Akhyar saat dijumpai di Basecamp tanaman anggurnya belum lama ini.

Lebih jauh disampaikan, bahwa dari agenda resesnya beberapa waktu lalu di beberapa titik, pemuda banyak meminta program pemberdayaan seperti ini. Walaupun tidak sama, paling tidak ada program pemberdayaan untuk pengembangan komoditi lain atau program yang bisa menumbuhkan kreatifitas pemuda dan masyarakat.

Karena yang demikian terlihat sepele namun dapat meningkatkan ekonomi masyarakat jika diseriusi. “Kemarin pas saya turun reses, pemuda mintanya diberdayakan pemerintah,” tukasnya. (Dar)