Lombok Timur Kembali Raih TPAKD Award

oleh -14 views
oleh
iron
Bupati Lombok Timur menerima langsung penghargaan pada acara Rapat Koordinasi Nasional Rakornas TPAKD 2026

LOMBOKSATU.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan prestasi dalam ajang TPAKD Award 2026. Bupati H. Haerul Warisin menerima langsung penghargaan tersebut pada Kamis (22/10/2026) di Jakarta.

Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026. TPAKD Lombok Timur kembali menjadi yang terbaik di wilayah Nusa Tenggara–Maluku–Papua.

Capaian tersebut didukung program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang) yang telah berjalan sejak 2020 dan berlanjut hingga sekarang.

Program Lotim Berkembang telah menyalurkan kredit tanpa bunga kepada 14.564 debitur, yang terdiri atas peternak dan pelaku UMKM. Total kredit yang disalurkan mencapai lebih dari Rp170 miliar.

Penyaluran tersebut disertai subsidi lebih dari Rp5,944 miliar. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.

Keberhasilan program juga didukung sinergi dengan sejumlah lembaga keuangan, yakni BRI, BNI, BCA, dan Pegadaian. Kolaborasi tersebut mencatat rata-rata non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah sebesar 1,03%.

Selain kerja sama pembiayaan, fasilitasi dan pendampingan dari hulu hingga hilir turut menjadi bagian penting pelaksanaan program. Pendekatan tersebut mendukung keberlanjutan usaha para penerima manfaat.

Pengembangan program TPAKD lainnya, yaitu Ekosistem Pondok Pesantren Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), turut mendukung capaian Lombok Timur. Program ini memperluas akses layanan keuangan syariah di lingkungan pondok pesantren.

Implementasi EPIKS melibatkan industri keuangan syariah melalui penyediaan berbagai layanan bagi pesantren dan masyarakat. Layanan tersebut mencakup pembukaan rekening, gadai, cicil emas, tabungan emas, dan produk keuangan lainnya.

Program Satu Pelajar Satu Rekening (KEJAR) juga berkontribusi terhadap perluasan inklusi keuangan di Lombok Timur. Jumlah rekening pelajar tercatat mencapai 325.620 rekening, dengan total tabungan lebih dari Rp77 miliar.

Berbagai program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas TPAKD 2026 mengenai percepatan akses keuangan bagi masyarakat. Kemudahan layanan keuangan dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Presiden menekankan bahwa akses keuangan tidak terbatas pada ketersediaan pembiayaan. Petani, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga di seluruh pelosok Indonesia perlu memperoleh kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Menurut Presiden, ekonomi yang kuat ialah ekonomi yang manfaatnya dirasakan secara nyata oleh rakyat. Karena itu, perluasan akses keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Presiden juga mengapresiasi peningkatan penyaluran kredit untuk rakyat yang telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan dua juta penerima manfaat. Pemerintah menargetkan penyaluran hingga Rp400 triliun pada tahun mendatang.

Target tersebut diharapkan menjangkau sekitar 28 juta keluarga, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Perluasan jangkauan pembiayaan diharapkan mendukung kegiatan produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.