LOMBOKsatu.com – Pj Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik menerima enam orang anggota Parlemen Australia di Kabupaten Lombok Timur tepatnya di Balai Desa Loyok pada Rabu (17/01/2024).
Kunjungan keenam anggota Parlemen Australia tersebut merupakan bagian dari program study tour Australia Regional Leadership Initiative (ARLI) yang bertujuan menyediakan kesempatan bagi para anggota Parlemen Australia mempelajari konteks program-program kerjasama pembangunan.
Selain memperkenalkan daerah ini, Pj. Bupati dalam kata sambutannya juga memaparkan tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti angka stunting dan angka kemiskinan.
Meksi begitu ia mengakui masyarakat sudah mulai menyadari bahwa penyebab kemiskinan dan stunting adalah masih tingginya perkawinan usia anak.
Undang-Undang No.16 tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-undang nomer 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang membatasi usia perkawinan minimal 19 tahun.
Pemerintah Daerah bersama KAPAL Perempuan dan LPSDM menginisiasi lahirnya Perbup no. 41 Tahun 2020 tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak.
Dijelaskannya bahwa saat ini seluruh desa yang ada sudah memiliki peraturan desa terkait pencegahan perkawinan usia anak.
Ia memuji desa Loyok sebagai satu dari 33 desa yang memiliki Sekolah Perempuan. Keberadaan sekolah perempuan menurutnya telah mendorong perempuan setempat mampu memetakan permasalahannya sendiri.
“Jika bisa membantu perempuan menyelesaikan masalahnya maka pemerintahan akan berhasil tetapi jauh lebih berhasil apabila kita berikan kesempatan perempuan itu menyelesaikan masalahnya sendiri,” ujarnya.
Ia berharap hal tersebut dapat dijaga konsistensinya dan menjadi contoh bagi desa lainnya. Ia percaya keberhasilan sebuah desa juga didukung peran aktif perempuan.
Sementara itu Perwakilan Parlemen Australia Hon Nola Bethwyn Marino mengawali sambutannya dengan memperkenalkan masing-masing rekannya.
Dia mengaku senang dengan sambutan hangat yang diterima di desa ini. Ia menjelaskan disamping dirinya tergabung dalam Parlemen dia juga mengaku sebagai petani perempuan di negara Australia.
Ia pun berpesan agar perempuan di daerah ini terus belajar meskipun sudah menjadi ibu rumah tangga. “Di negara manapun yang sudah maju, perempuan tetap belajar dan berproses,” katanya.





