LOMBOKSATU.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah menyoroti pengelolaan parkir yang ada di Pasar Jelojok Kecamatan Kopang.
Pasalnya semenjak pasar tersebut di operasikan dua tahun lalu, ternyata hingga saat ini pengelolaan parkir di pasar tersebut belum mampu memberikan kontribusi untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid menyampaikan retrebusi parkir di pasar Jelojok sebenarnya diharapkan mampu memberikan PAD yang maksimal. Hanya saja karena pengelolaannya yang kurang maksimal, membuat sampai dengan saat ini retrebusi untuk parkir Jelojok belum bisa masuk ke PAD.
Padahal dari dewan sendiri jauh sebelumnya sudah mengingatkan Pemda melalui instansi terkait terkait pengelolaannya.
Bahkan setiap kali pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) selalu saja muncul persoalan retrebusi parkir pasar Jelojok ini.
“Karena memang sudah dua tahun kita belum mendapatkan kontribusi dari retrebusi pasar jelojok itu,” ungkap M Tauhid saat ditemui di Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa (12/7/2022).
Bahkan para wakil rakyat ini menunggu Pemda melalui dinas terkait untuk bagaimana sistem pengelolaan parkir pasar Jeojok yang jauh sebelumnya diharapkan mampu mendongkrak PAD tersebut.
Hanya saja, sampai dengan saat ini dari dinas terkait belum memberikan respon yang pasti untuk mengatasi persoalan tersebut. “Katanya mau melaksanakan uji petik dan sampai dengan saat ini kita tunggu,” ucapnya.
Ia juga mempersilahkan siapa saja boleh mengelola parkir pasar Jelojok ini, selama dinas atau Unit Pelayanan Terpadu (UPT) diberikan kewenangan untuk mengelola oleh Pemda.
“Yang penting harapan kita parkir pasar Jelojok ini bisa memberikan kontribusi,”tambah politisi Gerindra itu.
Terkait dengan adanya rencana pengelolaan parkir ini akan di pihak ketigakan, maka baginya tidak ada masalah. Selagi dengan cara itu nantinya retrebusi parkir pasar Jelojok mendatangkan PAD yang maksimal.
“Meski pihak ketiga yang mengelola tidak ada masalah dan silahkan saja. Yang penting retrebusi parkir ini bisa terpenuhi untuk mendatangkan PAD,” tegasnya.
Tauhid kembali mengulas jika sudah dua tahun pasar Jelojok ini tidak pernah memberikan kontribusi untuk PAD dalam hal pengelolaan parkir.
Padahal jika di kelola dengan maksimal, pihaknya meyakini jika keberadaan parkir di pasar tersebut akan mendatangkan PAD yang lumayan besar.
Bahkan kami sudah membuat rekomendasi agar pengelolaan parkir ini diserahkan saja ke UPT. Tapi berkembang kemudian Bappenda juga berkeinginan.
“Tapi tidak masalah siapapun yang mengelola selama memenuhi aturan dan bisa kita menarik retrebusi,” tegasnya. (Dar)





