Rumaksi Menilai Pentingnya Penguatan Literasi Keuangan bagi Masyatakat

oleh -1.787 views
oleh
H Rumaksi saat membuka acara penguatan literasi dan pelatihan UMKM
H Rumaksi saat membuka acara penguatan literasi dan pelatihan UMKM

LOMBOKSATU.com – Memperkuat manajemen membutuhkan literasi keuangan. Hal ini sangat penting sebagai keterampilan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan secara individu.

Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi Sj menyebutkan, literasi keuangan juga penting untuk perlindungan konsumen, peningkatan inklusi keuangan serta pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, acara seperti penguaatan literasi keuangan dan pelatihan UMKM saat ini dapat memperkuat kapasitas individu sebagai modal membangun usaha kedepan.

Ia menyebut pelatihan yang dilakukan PT. Bank NTB Syariah dan Pengurus Cabang Muslimah Nahdlatul Ulama (MNU) dapat membantu masyarakat.

Pada acara yang berlangsung Kamis (09/06/2022) di Ballroom Kantor Bupati itu, Rumaksi juga memaparkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 38,03 persen.

Sementara indeks keuangan sebesar 76,19%, terlebih jika melihat angka literasi keuangan syariah.

Jika melihat literasi keuangan syariah hanya berada di angka 8,93% atau hanya 9 dari 100 orang dewasa yang mengenal produk keuangan syariah dengan baik.

Hal itu kata Rumaksi, berdasar pada hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2019. Meski Wabup menilai kondisi itu belum dipahami oleh masyarakat umum.

Misalnya, mulai dari karakteristik produk maupun layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal. Disitu masyarakat belam memahaminya.

Wabup juga menyorot perkembangan teknologi di sektor keuangan yang seharusnya dibarengi dengan peningkatan keterampilan dan kemampuan dalam mengelola keuangan.

Hal ini penting agar masyarakat tidak terjebak dan tertipu karena perbedaan sistem keuangan yang diterapkan di tengah kemajuan teknologi.

“Kita sering mendengar ada saja masyarakat yang tergiur pada investasi bodong, terutama ibu-ibu banyak yang tergiur dan berhutang, mereka diiming-imingi keuntungan yang berlipat ganda yang akhirnya tertipu secara nyata,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara MNU dan Bank NTB syariah sangat tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat.

Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kinerja UMKM untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyebut bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat dengan memberikan bantuan pinjaman modal kepada UMKM, karena jika diberikan secara cuma-cuma seringkali usahanya tidak berhasil.

“Mengingat pola pikir masyarakat, jika pemerintah memberikan bantuan uang, mereka tidak pernah berpikir untuk mengembangkan usahanya,” tuturnya.

Ia berpesan kepada para peserta supaya mengembangkan keterampilan dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan kesejahteraaan keluarganya.

“Paling tidak untuk ekonomi yang lebih baik, entah secara pribadi maupun berkelompok,” pungkasnya.

Kegiatan yang merupakan kerja sama pengurus cabang muslimat NU Kabupaten Lombok Timur dengan Bank NTB syariah tersebut diikuti 80 orang peserta termasuk UMKM.