Lestarikan Permainan Tradisional, Rifa’i Gelar Lomba Begasingan se Pulau Lombok

oleh -2.917 views
oleh
Penyerahan hadiah bagi para pemenang oleh Ahmad Rifa'i (kiri) kepada para juara
Penyerahan hadiah bagi para pemenang oleh Ahmad Rifa'i (kiri) kepada para juara

LOMBOKSATU.com – Begansingan merupakan salah satu permainan tradisional yang perlu dilestarikan. Sadar akan hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Ahmad Rifai menggelar Lomba Begasingan se-Pulau Lombok “Dewa Mopon Cup 2022” yang digelar di Desa Lekor Kecamatan Janapria.

Grand Final Lomba Begasingan dengan hadiah 2 ekor sapi tersebut, digelar pada Kamis (19/5/2022) yang memperebutkan juara 4 dan 3, serta juara 2 dan 1 yang diwarnai keseruan ratusan penonton yang membanjiri arena lomba.

Ketua Panitia Lomba Begasingan Dewa Mopon Cup 2022, Lumaknul Hakim dalam sambutanya pada Grand Final Lomba menyampaikan, bahwa lomba tersebut diikuti oleh 30 club pegasing yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Lombok.

“Alhamdulillah, setelah pertandingan ini berlangsung selama dua bulan setengah, kini tiba saatnya kita dihari penentuan, siapakah yang kan menjadi juara,” ujar Lukmanul Hakim.

Acara tersebut lanjut Lukmanul Hakim sejauh ini berjalan dengan baik dan cukup sukses atas kerja sama yang baik dengan seluruh club begasingan yang ada dan ikut bertanding dalam lomba tersebut.

“Dan kesuksesan acara ini juga berkat disponsori langsung oleh Bapak Anggota Dewan kita yang terhormat yakni Pak Ahmad Rifa’i yang dengan sepenuh hati mendukung kegiatan masyarakat ini,” imbuh Lukmanul Hakim.

Pegiat Permainan Rakyat Begasingan lanjut Lukmanul Hakim, berharap agar Lomba tersebut dijadikan sebagai agenda tahunan untuk menambah event yang akan menjadi bagian dari olahraga wisata yang saat ini dikembangkan di Lombok Tengah.

“Kami berharap Pak Dewan kita Pak Ahmad Rifa’i akan terus menyokong dan mendukung permaian dan kegiatan rakyat ini,” pungkas Lukmanul Hakim.

Sementara itu, Anggota DPRD Lombok Tengah Ahmad Rifa’i dalam sambutanya menyatakan, dirinya telah menganggarkan kegiatan Lomba Begasingan pada tahun berikutnya.

Menurut Ahmad Rifa’i, Begasingan merupakan salah satu permainan rakyat yang harus dilestrikan. Apalagi saat ini, telah banyak berkembang para pegasing kawakan yang membuat club untuk keperluan Lomba.

“Insya Allah kita akan laksanakan nanti di tahun 2023 bulan Februari atau Maret. Jadi, silakan dari semua peserta atau dari semua klub silakan di tahun 2023 untuk bersama sama lagi di tempat yang sama,” kata anggota dewan dari PKS itu.

Pada pertandingan ini, group yang masuk empat besar adalah group Siluman dari Lotim bertanding dengan group Elang Perkasa dari Montong Gamang Loteng yang memperebutkan juara III dan IV, kemudian grup Tunggal Galih Denggen dari Lotim bertanding dengan grup Jerman (Jeruk Manis) dari Lotim untuk memperebutkan juara I dan II.

Pembagian hadiah kepada pemenang pertandingan begasingan se pulau Lombok ini diserahkan langsung oleh pihak dari Panitia Dewa Mopon Cup dan Ahmad Rifa’i.

Group Tunggal Galih sebagai juara I dengan hadiah satu ekor sapi. Untuk juara II diraih grup Jerman dengan hadiah satu ekor sapi, juara III diraih grup Siluman dengan hadiah Rp 4 juta, dan juara IV diraih Elang Perkasa dengan hadiah Rp 2 juta.

Serunya permainan itu, saat gasing masih berputar, peonoton dan pemain bisa berjoget bergembira diiringi musik dangdut dengan penyanyinya berjoget bersama hingga gasing selesai berputar.

Politisi muda yang telah duduk 3 periode itu menyebutkan, permainan tradisional seperti gasing, tidak seperti pertandingan atau lomba di jenis olahraga lain.

“Permainan tradisional gasing berangkat dari rasa senang. Baru mencari kemenangan. Bukan menang dulu kemudian merasa senang,” pungkasnya. (Dar)