Komplotan Pencuri di Sirkuit Mandalika Tertangkap, Tiga di Antaranya Satu Keluarga

oleh -6.975 views
oleh
Komplotan pencuri di Sirkuit Mandalika diringkus polisi
Komplotan pencuri di Sirkuit Mandalika diringkus polisi

LOMBOKSATU.com – Dalam 31 hari Polda NTB bersama Polres jajaran mengungkap 186 kasus dengan 260 tersangka, termasuk pengungkapan kasus komplotan pencuri asal Jakarta yang beraksi pada sesi terakhir World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah, Minggu (21/11/2021).

186 kasus tersebut di antaranya 119 merupakan kasus pencurian dengan pemberatan alias curat, sementara kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) berjumlah 15 kasus. Berikutnya kasus pencurian kendaraan bermotor berjumlah 56 kasus dari kegiatan rutin yang ditingkatakan (KRYD).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dalam acara konferensi pers di Markas Komando (Mako) Polda NTB, Selasa (23/11) mengatakan, 260 kasus itu mulai diungkap sejak 22 Oktober hingga 21 November 2021. “260 kasus ini merupakan hasil pengungkapan Polda NTB dan Polres jajaran,” jelasnya.

Di antara 260 kasus itu, satu di antaranya merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian di Sirkuit Mandalika saat WSBK berlangsung Minggu (21/11/2021) oleh Polisi tak berseragam yang ditugaskan Polda NTB menyusup ke Tribun Penonton Sirkuit Mandalika.

“Sejumlah polisi tak berseragam yang kami tempatkan di Sirkuit Mandalika saat WSBK kemarin, berhasil meringkus komplotan pencuri asal Jakarta,” jelasnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB menjelaskan, komplotan pencuri yang beraksi di Sirkuit Mandalika itu berjumlah 8 orang. 1 orang ditangkap di TKP, 3 lainnya ditangkap di pelabuhan lembar, sedangkan 4 lainnya ditangkap di kapal feri menuju Bali yang berhasil diringkus hari itu juga.

“Berkat kerja sama tim, 4 pelaku berhasil diamankan hari Ahad kemarin, satu di Gate 3, sisanya kami ringkus di Pelabuhan lembar, 3 jam setelah pelaku yang diamankan di Sirkuit Mandalika dan 4 orang lainnya ditangkap di kapal feri di hari yang sama tapi di waktu yang berbeda” jelasnya.

Dikatakan tertangkapnya 8 komplotan itu, berdasarkan kerja sama tim yang solid, sesaat setelah pelaku yang ditangkap di Gate 3 Sirkuit Mandalika, pihaknya memblokade semua jalur keluar KEK dan juga memblokade semua pelabuhan.

Alhasil komplotan pencuri asal Jakarta itu berhasil ditangkap dan diamankan, lalu 4 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan empat lainnya masih dilakukan pendalaman.

“Hingga saat ini kami berhasil meringkus 8 komplotan Pencuri asal Jakarta itu, dimana 4 di antaranya sudah ditetapkan tersangka sedangkan 4 lainnya masih didalami, dan kami akan terus lakukan pengembangan agar komplotan Meraka ini berhasil kami ringkus hingga ke akarnya,” lanjut hari.

Tak hanya beroperasi di lombok, komplotan ini juga beroperasi sampai keluar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Alhasil, mereka tidak hanya beroperasi di Lombok saja, melainkan di daerah lain di Indonesia seperti Batam dimana mereka sudah melakukan 50an kali penjambretan. Mereka disangkakan pasal 363.

Hasil penyelidikan sementara, 8 komplotan pencuri asal Jakarta itu, murni datang untuk mencuri, bukan untuk merusak nama Lombok atau event seperti yang dikatakan warga dalam beberapa postingan media yang memberitakan kejadian itu.

“Hasil interogasi pada pelaku, mereka murni datang untuk melakukan pencurian atau pencopetan, tidak ada yang membackup mereka,” tegas Hari.

Modus pelaku saat menjalankan aksinya, 8 orang tersebut bertindak sebagai penonton resmi menggunakan tiket, masing-masing dari mereka mempunyai peran yang berbeda-beda, ada yang sebagai eksekutor, ada yang jadi pengoper barang dan ada yang bertindak sebagai pengumpul barang.

Dijelaskan, 3 pelaku yang tertangkap merupakan satu keluarga yakni Ibu Bapak dan Anak, satunya lagi adalah tetangganya, keempat pelaku mempunyai tugas yang berbeda, anak pelaku bertindak sebagai pengalih perhatian, ibunya sebagai eksekutor, tetangga pelaku sebagai pengoper barang, dan terakhir suami atau bapak pelaku bertindak sebagai pengumpul barang.

“4 Komplotan lainnya merupakan grup yang berbeda, namun satu jaringan,” pungkas Hari.