Tanganani Kasus UTD RSUD Praya, Jaksa Temukan Indikasi Korupsi

oleh -153 views
Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Fadil Regan SH, MH (kanan) didampingi Kasi Intel Catur Hidayat Putra SH, MH. umumkan indikasi korupsi
Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Fadil Regan SH, MH (kanan) didampingi Kasi Intel Catur Hidayat Putra SH, MH.

LOMBOKSATU.com – Penanganan kasus korupsi di Lombok Tengah mengalami perkembangan beberapa minggu terakhir. Penanganan beberapa kasus di jajaran Adhiyaksa tersebut mulai menemui titik terang. Bahkan sejumlah tersangka sudah masuk ke jeruji besi.

Setelah menahan tersangka kasus dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Bonder Kecamatan Praya Barat, lembaga pimpinan Fadil Regan tersebut kembali membuat geger masyarakat Lombok Tengah.

Kali ini, giliran perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Biaya Pengolahan Darah (BPD) di Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya yang diumumkan Kejari Praya Kamis (23/09/2021).

Dalam kasus ini pihak Kejari Praya mengaku telah menemukan adanya indikasi korupsi. Kejari mengetahui indikasi itu, setelah menurunkan tim beberapa hari lalu untuk mendalami kasus laporan masyarakat tersebut.

Indikasi tersebut kata Regan, terlihat jelas setelah tim turun ke RSUD Praya untuk meminta data dan dokumen untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

“Ya, ada indikasi pidana yang kami temukan dalam persoalan pengelolaan di UTD,’’ ungkapnya Kepala Kejari Lombok Tengah Fadil Regan saat menggelar konferensi pers di kantornya, Kamis (23/09/2021).

Menurut Fadil, persoalan ini akan terus totalitas ditangani oleh pihaknya. Pengumpulan informasi dan pengumpulan data serta dokumen untuk kepentingan penyelidikan terus ia lakukan.

Data dan dokumen dari RSUD saat ini sudah ada. Bahkan hingga saat ini, pemanggilan belasan orang sudah ia lakukan untuk meminta keterangan. Terutama mereka yang berkaitan dengan persoalan ini.

“Kami serius menangani persoalan ini dan kami tentunya tidak mau main-main,’’ tegasnya. Sejauh ini Kajari masih belum bisa menjelaskan secara detail.

Namun yang jelas, data dan dokumen di RSUD Praya tersebut merupakan sesuatu hal yang penting, sebagai salah satu penentu kemana arah penanganan persoalan tersebut ke depannya.

“Dokumen yang kami ambil di RSUD hingga saat ini masih bersifat rahasia. Tidak bisa kami jelaskan untuk konsumsi publik,’’ katanya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pengembangan data dan dokumen. Lantaran data dan dokumen itu harus mendapatkan konfirmasi. Sehingga tidak menutup kemungkinan satu pekan ke depan pihaknya akan melayangkan surat panggilan ke beberapa pihak di RSUD Praya.

“Saat ini sedang kami pelajari dokumen itu. Kita bisa lihat ke depannya seperti apa dokumen itu bisa menjadi bukti,’’ terangnya.

Sementara terkait ada tidaknya kerugian negara di dalam persoalan ini, tentunya juga akan menjadi perhatian Kejari untuk terus ia cari. Sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan juga akan melibatkan pihak BPKP untuk melakukan audit.

Namun saat ini hal tersebut belum perlu. “Kami juga sudah menjalin komunikasi dengan pihak BPKP, sehingga kalau memang kami butuh bantuan BPKP, kapan pun kami siap untuk dibantu,’’ akunya.

Ia mengakuinya, bahwa ada kesulitan dan hambatan dalam menangani kasus ini. Terutama dalam proses pemanggilan pihak-pihak perlu untuk dimintai keterangan.

Namun semua dinamika itu merupakan hal yang biasa dan dipastikan tidak akan terlalu mengganggu proses penanganan persoalan yang muncul. “Kesulitan dan hambatan itu hal biasa dan alhamdulillah bisa kami atasi semua,’’ yakinnya.

Selain itu, saat ini pihak Kejari Loteng juga sedang fokus untuk mencari alat bukti yang kuat terhadap persoalan ini. Itu ia lakukan akibat sudah ada indikasi tindak pidana korupsi.

“Ya intinya kami tetap terus berupaya untuk membuat persoalan ini terang benderang,’’ tutup mantan Kajari Lebong Provinsi Bengkulu ini.

Beberapa hari lalu Kejari Praya melakukan penggeledahan di RSUD Praya untuk mencari barang bukti kasus tersebut. Sementara itu belum ada tanggapan resmi dari Direktur Utama RSUD terkait kasus ini. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.