Kasus Kematian Ibu dan Bayi Meningkat, Sekda Gelar Evaluasi Tim ACSIA

oleh -49 views
Sekda evaluasi kematian ibu dan bayi
Angka kematian ibu dan bayi meningkat, Tim ACSIA gelar evaluasi

LOMBOKSATU.com – Kecepatan dan ketepatan rujukan menjadi salah satu penekanan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik sebagai upaya mencegah kematian ibu dan bayi.

Hal tersebut Sekda sampaikannya mengingat kasus kematian ibu lebih banyak terjadi di rumah sakit. Pasien kerap sudah berada pada kondisi buruk ketika mendapat rujukan. Kondisi tersebut karena banyak faktor, mulai dari ekonomi hingga sosial psikologis.

Sekda menegaskan kegiatan Evaluasi Tim ACSIA tingkat Kabupaten Lombok Timur hari ini (Rabu 22/09/2021). Karena alasan tersebut maka peran tim Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak (ACSIA) menjadi sangat penting. Utamanya yang ada di tingkat kecamatan dan desa.

Kaitan dengan itu Sekda memberikan tenggat waktu bagi seluruh camat membentuk dan menguatkan Tim ACSIA di level kecamatan. “Saya akan cek, semua camat harus meng-SK-kan tim ACSIA di tingkat kecamatan. Saya beri waktu sampai Oktober,” tegasnya.

Sekda juga mengingatkan agar camat mendorong pembentukan tim serupa di tingkat desa. Saat ini masih ada sejumlah kecamatan yang Tim ACSIA-nya belum mendapat SK. Padahal Tim ACSIA menjadi salah satu tim paling awal mewujudkan target RPJMD 2018-2023.

Namun begitu Sekda mengakui kondisi covid-19 menyebabkan semua kegiatan terkonsentrasi untuk penanganannya. Ia juga mengingatkan untuk melihat kembali efektivitas dan penegakan Peraturan Desa terkait pendewasaan usia pernikahan yang telah dimiliki hampir seluruh desa.

Demikian halnya dengan Posyandu Keluarga sebagai langkah pemetaan risiko. Pemerintah harus bersinergi karena hal tersebut menjadi strategi untuk dapat mencapai target penurunan angka kematian ibu dan anak sesuai yang tercantum dalam RPJMD 2018-2023.

Kepala Dinas Kesehatan H. Pathurahman mengharapkan kerja sama dan sinergi di semua level untuk menurunkan kasus kematian ibu dan bayi di Lombok Timur yang cenderung mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Penguatan sistem rujukan maternal dan neo natal melalui pemenuhan sarana prasarana alat kesehatan juga menjadi pekanannya. Selain peran desa, Pathurahman mengharapkan pula peran organisasi profesi, terkait pemerataan SDM dan peningkatan kompetensi.

Kegiatan ini akan berlangsung dalam dua hari, yaitu 22 dan 23 September di Rupatama Kantor Bupati dengan peserta seluruh camat dan Forkopimcam, Kepala Puskesmas, Bidan, Pimpinan OPD terkait, pihak RSUD dan RS swasta, serta organisasi profesi.

No More Posts Available.

No more pages to load.