Mantap…! Geotourism Festival Geopark Rinjani Diikuti 11 Negara

oleh -88 views
Sarasehan Geopark Rinjani
Sarasehan sebagai rangkaian dari Geotourism Festival Geopark Rinjani

LOMBOKSATU.com – Geopark Rinjani sukses menggelar event Geotourism Festival and International Conference untuk kali kedua. Pada tahun lalu, kegiatan full dilaksanakan secara online. Kali ini, kegiatan yang digelar pada tanggal 5-7 Agustus ini berlangsung secara hybrid.

Peserta dari 11 Negara hadir secara virtual, diantaranya adalah dari Prancis, Australia, Denmark, Inggris, Jepang, Tiongkok, Mesir, Taiwan, Malaysia, Hongkong dan Indonesia. Sedangkan peserta yang ada di Lombok hadir secara offline di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram Lokasi utama kegiatan ini berlangsung.

General Manager Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark, Moh Farid Zaini mengatakan, kegiatan Geotourism Festival akan menjadi event tahunan Geopark Rinjani. Salah satu pilar geopark adalah edukasi. Kegiatan seminar, konferensi, termasuk penulisan jurnal merupakan bagian dari edukasi ke publik.

“Tentu saja ada unsur konservasi dan pariwisatanya. Hanya saja kegiatan trip ke geosite kali ini diganti secara virtual. Insya Allah jika kondisi membaik akan digelar juga secara offline untuk trip ke geosite,” katanya Farid Sabtu (07/08/2021).

Begitu juga dengan pameran produk produk UMKM di kawasan Geopark Rinjani. Pelaku UMKM antusias ikut dengan mengirimkan katalog produk mereka. Beberapa audience mengenal produk produk mereka.

“Bahkan ada beberapa produk yang kami tampilkan sudah banyak yang memesan. Mulai dari merchandise, makanan, kopi,” katanya.

Farid menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 harus mencari ide ide inovatif. Kegiatan harus tetap berjalan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Hingga bulan Agustus ini setidaknya ada 23 kegiatan yang sudah kami laksanakan,” katanya.

Ia menyebutkan, Rinjani yang telah menyandang status Geopark Dunia UNESCO harus mampu menawarkan pengalaman berwisata yang bisa memperkaya pengalaman wisatawan melalui konsep geowisata, yaitu perpaduan antara keindahan alam dengan kekayaan budaya masyarakat lokal.

Lebih lanjut Farid menjelaskan, kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Badan Pengelola Rinjani Lombok UGGp dengan banyak pihak. Selain itu, di dalam kegiatan tahun ini diselenggarakan juga sarasehan budaya tentang Rinjani dengan tema “Menegakkan Rezim Spiritualitas Rinjani di Tengah Modernisasi”.

Kegiatan dilaksanakan pada hari kedua secara virtual menghadirkan 3 orang pembicara yaitu Lalu Agus Fathurrahman (Tokoh Budaya), Dr. H. Nuriadi (Akademisi) dan Dr. H. Sudriman (Akademisi).

Sarasehan ini menghasilkan 6 buah rekomendasi yang diusulkan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti. Berikut ini isi rekomendasi tersebut:

  1. Mempertahankan eksistensi Rinjani sebagai pusat kosmos Gumi Sasak dengan membebaskannya dari symbol-simbol keagamaan.
  2. Menjunjung tinggi dan mempertahankan Rinjani sebagai identitas suku Sasak.
  3. Memelihara Rinjani sebagai sumber kehidupan masyarakat Sasak.
  4. Menghidupkan ritual spiritualitas Rinjani dalam setiap aktifitas pendakian Rinjani.
  5. Mensosialisasikan nilai ritual spiritualitas Rinjani sebagai ekspresi sosial budaya Sasak.
  6. Mendorong tersusunnya awig-awig yang berkaitan dengan Rinjani.

No More Posts Available.

No more pages to load.