SMK 2021: Catatan Pengabdian HMPS Pendidikan Sosiologi Universitas Hamzanwadi

oleh -481 views
Foto berbagai kegiatan HMPS Pendidikan Sosiologi bersama masyarakat selama pendampingan

Oleh: Siti Maria Ulfa

Sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sosiologi Universitas Hamzanwadi membuat Program Sosiologi Mengabdi Kemasyarakatan yang disingkat SMK. Program itu dikemas dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kali ini, lokasi kegiatan di Gonjong Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur NTB.

“Tema kegiatan kita, pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga di masa pandemi. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, terhitung sejak tanggal 3 – 7 Maret2021,” ungkap Korprodi Pendidikan Sosiologi, M. Zainul Asror, MA Senin (08/03/2021).

Disebutkan, kegiatan seperti pernah dilaksanakan tahun sebelumnya. Sekarang ini menurutnya kegiatan jilid 2 sebagai tindaklanjut. “Hari pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Maret 2021 dengan acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh Pemerintah Desa Lendang Nangka,” ujarnya.

Pengabdian jilid 2 ini ada dua kegiatan inti, yang pertama adalah sosialisasi tentang gender serta perannya dalam keluarga. Sosialisasi ini diberikan kepada masyarakat dan remaja agar lebih memahami secara jelas arti dan makna gender sehingga masyarakat mampu memaksimalkan perannya baik dalam kehidupan keluarga maupun sosial.

Kegiatan inti yang kedua adalah pendampingan pengolahan nanas menjadi bolu dan selai dengan harapan masyarakat desa setempat dapat mengolah nanas hasil panennya menjadi berbagai produk guna meningkatkan ekonominya.

Selama sosialisasi berlangsung dua hari, tampak antusiasme masyarakat sangat terlihat. Hal itu ditandai dengan banyaknya masyarakat yang hadir. Pembina HMPS Pendidikan Sosiologi Huldiya Syamsiar, M.Sosio yang hadir sebagai pemantik juga terlihat sangat semangat menyampaikan materi.

Setelah selesai penyampaian materi, panitia pelaksana memberikan “games gender” kepada masyarakat dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman masyarakat tentang gender tersebut.

Usai melakukan “games gender” masyarakat mulai memahami perannya baik didalam keluarga ataupun di masyarakat. Hasilnya, 95 persen peserta sudah bisa membedakan peran laki-laki dan perempuan ataupun peran dan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh keduanya.

“Desa Lendang Nangka sebagai satu desa penghasil nanas terbesar di Kecamatan Masbagik. Dominan masyarakat baik laki-laki ataupun perempuan bekerja sebagai buruh nanas namun yang menjadi permasalahannya adalah nanas dijual dalam keadaan masih segar dan dengan harga yang murah,” ujar Huldiya.

Menurut penuturan warga, sebelumnya masyarakat khususnya ibu-ibu di Dusun Gonjong belum pernah mengolah nanas menjadi berbagai makanan seperti aneka kue. Melihat fenomena tersebut HMPS Sosiologi memfokuskan kegiatan pengabdian jilid 2 ini untuk mendampingi ibu-ibu mengolah nanas menjadi berbagai jenis makanan salah satunya berupa bolu kukus dengan harapan bisa menambah pendapatan masyarakat.

Pendampingan Pembuatan Bolu Kukus

Pada hari selanjutnya, sosialisasi dimulai jam 09.00 – 11.00 WITA dengan pembahasan peran gender dalam keluarga. Tampak masyarakat semakin semangat untuk mengikuti sosialisasi, mengingat pemahaman gender dalam keluarga adalah hal yang sangat penting.

Tidak hanya itu penjelasan tentang fungsi dan peran orang tua untuk menjaga keutuhan keluarga juga menjadi pembahasan yang sampaikan. Mengingat di Dusun Gonjong, angka pernikahan usia anak relatif tinggi sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.

Oleh sebab itu, menyampaikan hal ini adalah kewajiban  dan melalui kegiatan ini sedikit tidak bisa memberikan peluang dan sebagai wadah meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah makanan yang nantinya bisa menjadi usaha untuk menambah penghasilan. “Jadi, para ibu-ibu tidak melulu mengharapkan uang dari sang suami ,” ulasnya.

Dilanjutkan dengan kegiatan siang hari yaitu pendampingan pengolahan nanas menjadi selai. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu kader dusun gonjong. Sama halnya dengan permasalahan di atas masyarakat disana belum banyak tahu tentang bagaimana membuat selai dari nanas, dengan bahan utama nanas dan beberapa bahan lainnya seperti gula pasir, pepaya matang secukupnya, kayu manis, dan garam sesuai selera ternyata sudah bisa membuat selai secara mandiri di rumah.

Dalam kegiatan ini, ibu-ibu berhasil membuat selai yang sangat enak dan legit sehingga semua masyarakat yang hadir berlomba-lomba membentuk kelompok agar bisa praktik secara mandiri sesuai kelompok mereka, tidak terlepas dari hal itu, HMPS selaku penyelenggara kegiatan akan tetap mendampingi ibu-ibu sesuai dengan kemampuan panitia. “Namun, arena saat ini pandemi Covid-19 masih merajalela, kami selaku penyelenggara tidak melakukan kegiatan secara full dan tidak menginap sesuai kesepakatan dengan pihak desa.

Dengan berakhirnya pendampingan hari ini (Ahad 07/03/2021), maka dilanjutkan dengan kegiatan penutupan yang langsung dihadiri oleh kepala wilayah Dusun Gonjong. Ia menyampaikan harapan besar untuk pengabdian selanjutnya agar masyarakat Gonjong bisa mendapatkan pendampingan guna memaksimalkan pemahaman dalam berkreativitas mengolah makanan sesuai dengan komoditi yang ada. Acara penutupan diakhiri dengan foto bersama mahasiswa, masyarakat, dan pihak desa.

No More Posts Available.

No more pages to load.