Dewan Minta Pemda Selesaikan Jalur Tanak Awu-Pengembur

oleh -314 views
Kondisi jalur Tanak Awu - Pengembur yang berlubang dan tergenang, pengendara terpaksa lewat pinggir

LOMBOKSATU.com – Kondisi ruas jalan Tanak Awu-Pengembur yang semakin parah terus menuai protes warga. Hal ini juga mengundang reaksi kalangan legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Anggota DPRD Lombok Tengah Daerah Pemilihan (Dapil) Pujut-Praya Timur, Lalu Sunting Mentas mengatakan, protes yang dilakukan warga sangat wajar dan cukup beralasan karena kondisi ruas jalan Tanak Awu menuju Pengembur memang sudah sangat memprihatinkan.

“Kalau dibiarkan tanpa solusi, wajar masyarakat berteriak,” kata Lalu Sunting pada wartawan di rumahnya, Rabu (27/01/2021).

Bayangkan saja, kata Lalu Sunting, ruas jalan yang sebelumnya mulus, kini sudah berubah layaknya lintasan offroad. Bahkan saat musim hujan seperti sekarang ini, ruas jalan tersebut tidak ubahnya kubangan kerbau. Kondisi itu menurutnya sangat membahayakan pengendara atau pengguna jalan yang melewatinya.

Dikatakannya, kerusakan ruas jalan Tanak Awu – Pengembur disebabkan banyak faktor. Selain struktur tanah yang labil, juga disebabkan aktivitas penambangan material tanah timbunan proyek-proyek di wilayah Selatan yang merupakan salah satu akses utama menuju lokasi penambangan.

Setiap hari kata dia, puluhan bahkan ratusan dum truck pengangkut material proyek lalu lalang di jalur tersebut. Namun anehnya, Dinas PU selaku instansi berwenang terkesan tutup mata dengan kondisi tersebut.

Padahal aturannya, setiap ruas jalan memiliki standar berat atau tonase kendaraan. Jika berat kendaraan melebihi standar, Dinas PU seharusnya melayangkan teguran kepada kontraktor proyek atau para pihak terkait lainnya.

“Ini membuktikan pengawasan kita lemah. Padahal sebelumnya kami di DPRD sudah merekomendasikan agar setiap kontraktor yang bekerja di Lombok Tengah mengeluarkan dana untuk perbaikan jalan dan fasilitas lain tapi tidak pernah dilaksanakan,” terangnya.

Ia menegaskan, ruas jalan Tanak Awu-Pengembur sangat vital sebagai akses penunjang aktivitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Namun ironisnya, sejak dihotmix tahun 2007 lalu, ruas sepanjang 4 km tersebut tidak pernah diperbaiki.

Oleh kerena itu, politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut mendesak pemerintah daerah (Pemda) segera bertindak. Jika anggaran untuk hotmix tidak bisa dialokasikan tahun ini, diharapkan ada perbaikan berupa pengurugan. Paling tidak bisa membuat kondisinya lebih rata atau mengobati kekesalan warga.

Adapun anggaran pemeliharaan, menurutnya tidak terlalu besar yakni sekitar Rp 1 miliar. “Intinya tinggal kemauan pemerintah daerah. Kami anggota dewan khususnya Dapil III akan mengawal persoalan ini,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya berjanji akan mengupayakan perbaikan pada APBD perubahan tahun ini atau APBD murni tahun 2022.

Perbaikan itu berupa tambal sulam, sehingga ruas jalan tersebut bisa dilalui dengan lebih nyaman. “Intinya kami tetap ikhtiarkan,” janjinya. (dw)

No More Posts Available.

No more pages to load.