MAN 1 Lotim Rebut Juara Lomba Video dan Vlog

oleh -568 views

LOMBOKSATU.com – Prestasi tiada henti seakan label yang tidak keliru untuk disematkan pada MAN 1 Lotim karena prestasi yang diraih oleh siswa dan gurunya memang terus mengalir seakan tanpa jeda.

Kali ini kembali Rafif Mardianto, siswa kelas X yang aktif di ektrakurikuler jurnalistik MAN 1 Lotim meraih prestasi yang cukup membanggakan yakni juara favorit lomba video parody protokol covid-19 yang diselenggarakan Polres Lobar.

“Sebelumnya lomba yang berbeda, beberapa waktu lalu Rafif juga sukses merebut juara 1 lomba vlog (video blog) tentang pola hidup sehat dalam pencegahan covid-19 yang diselenggarakan Radar Lombok dengan hadiah jutaan rupiah,” papar Kepala MAN 1, M. Nurul Wathoni, Kamis (08/10/2020).

Pembina Jurnalistik dan KIR MAN 1 Lotim, Bukhori Muslim mengungkapkan kebahagiaannya atas capaian siswa binaannya ini. “Alhamdulillah siswa. Siswa MAN 1 Lotim memiliki semangat yang luar biasa untuk mengembangkan minat dan bakatnya, karena dukungan sekolah yang memang luar biasa dalam mendorong dan mendukung berkembangnya potensi siswa untuk menjadi juara,” ungkapnya.

Semua prestasi yang selama diraih menurutnya, tidak lepas dari dukungan semua pihak, kerjasama yang baik selalu dijaga. “Tanpa dukungan sekolah, terutama pimpinan MAN 1 Lotim, saya membayangkan sulit bisa merebut prestasi,” imbuh pembina yang sudah banyak menghasil siswa prestasi tingkat nasional dan internasional itu.

Di tempat berbeda, Ketua Komite MAN 1 Lotim, Junaidi, M.Pd menyampaikan apresiasinya pada capaian prestasi MAN 1 Lotim dalam 3 tahun terakhir yang sangat banyak meraih prestasi atau juara. “Kami dari komite sangat mendukung program madrasah untuk terus mengembangkan prestasi siswa termasuk kita berharap prestasi siswa ini bisa dibukukan menjadi semacam succses story supaya bisa menjadi motivasi bagi yang lain ” ungkapnya.

Rafif, selaku siswa yang sukses merebut prestasi video dan vlog menyatakan rasa bahagianya karena dukungan sekolah untuk mengembangkan bakat dan prestasi sangat besar terlebih saat lomba, ia mengaku sekolah tidak pernah dibebankan untuk raih juara.

“Siswa hanya diminta rajin latihan dan harus lomba tapi tidak diharuskan pulang bawa piala, hanya kita diminta lomba dengan sungguh-sungguh dan tanpa beban. Ternyata, itulah yang membuat kami merasa termotivasi, nyaman dalam berlatih dan berlomba,” ungkap siswa yang berasal dari Labuhan haji itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.