Kado Spesial 125 Tahun Lotim, RSUD dr. R Soedjono Naik Status

oleh -170 views

LOMBOKSATU.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Soedjono, Tanthowi Jauhari mengatakan, hari ulang tahun Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ke-125, RSUD dr. R. Soedjono Selong naik status dari tipe C menjadi tipe B.

“Kenaikan tipe ini merupakan kado spesial untuk Lombok Timur pada hari ulang tahunnya yang ke-125,” kata Tanthowi Jauhari saat konferensi pers bersama wartawan, Jum’at (28/08/2020).

Disebutkan, persyaratan rumah sakit untuk menjadi tipe B mengacu pada peraturan menteri kesehatan (PMK) Nomor 3 tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

Dalam PMK itu menyebutkan, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

“Aturan itu rumah sakit untuk menjadi tipe B harus memiliki minimal 200 tempat tidur, ketersedian SDM, fasilitas, layananan dan sebagainya,” paparnya.

Ia menyebutkan, pada awalnya pihak rumah sakit harus lakukan asesmen sendiri untuk melakukan penilaian sendiri. “Dan itu semua sudah kita penuhi,” sambungnya.

Disebutkan, dari hasil asesmen, diketahui jumlah intensif care unit (ICU) yang ada di RSUD dr. R. Soedjono lebih dari standar rumah sakit tipe B. Dilihat dari jumlah tempat tidur juga mencapai 300 unit, kapasitas ICU juga memadai, termasuk ketenagaan, dokter spesialis, dan sub-spesialis juga memenuhi syarat.

Tanthowi juga menegaskan, dilihat dari paramater lain yang menjadi acuan rumah sakit bisa berubah status menjadi tipe B, karena tersedianya layanan unggulan yang merupakan layanan dari dokter spesialis yang tersedia.

“Dokter spesialis yang kita punya seperti spesialis bedah mulut, ortodontis, paru, jantung, ada juga dokter spesialis konsultan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, saat ini RSUD memiliki dua spesialis yakni phetomathernal dan hematologi. “Inilah yang menjadi layanan unggulan kita, karena rumah sakit tipe B itu harus ada layanan unggulan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Tantowi juga menegaskan, jika layanan phetomathernal yang ada di RSUD dr. R. Soedjono Selong merupakan satu-satunya yang ada di NTB.

“Layanan ini satu-satunya di NTB, layanan phetomathernal ini adalah semacam deteksi atau diagnosa kondisi janin yang ada di rahim ibu,” tegasnya.

Sementara itu capaian RSUD dr. R. Soedjono yang berhasil naik tingkat di bawah pimpinannya, ia menegaskan kenaikan tipe ini bukan merupakan capaian akhir. “Tapi justru ini adalah entry poin bagi kita untuk melengkapi semua yang masih kurang,” tuturnya.

Terkait capaian yang telah diraih ini, dokter lulusan Makasar itu menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas baik insfratruktur dan layanan rumah sakit.

Ia berharap capaian ini menjadi lokomotif untuk meningkatkan sistem rumah sakit di Lombok Timur, artinya harus ada singkronisasi dengan perkembangan rumah sakit yang lain.

“Atas capaian ini, saya ingin menyampaikan kepada masyarakat Lombok Timur bahwa RSUD R. Soedjono adalah milik kita, milik masyarakat Lombok Timur, jadi kami berharap masyarakat memberikan dukungan untuk terus berbenah,” harapnya.

Perbaikan rumah sakit menurutnya, bersifatnya kontinyu, karena rumah sakit ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Timur ke depan. Diketahui, ada tiga rumah sakit berstatus tipe B di NTB, yakni RSU Provinsi NTB, Rumah Sakit Kota Mataram, dan RSUD R. Soedjono Selong.

No More Posts Available.

No more pages to load.