Penanganan Stunting, Bupati Sukiman Ingat OPD Serius Lakukan Pendampingan

oleh -166 views

LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy meminta agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah diserahi tanggung jawab untuk melakukan pendampingan di sejumlah desa yang telah ditunjuk dalam penanganan stunting dapat melaksanakan tugasnya secara optimal.

Bupati berharap, OPD jangan setengah hati, sebab apa yang dilakukan ini untuk masa depan anak-anak. Hal itu sampaikan bupati sebelum membuka acara rembuk stunting tingkat Kabupaten Lombok Timur, Kamis (25/06/2020) di kantor bupati .

Bupati menyebut, kepedulian semua pihak dalam penanganan stunting sangat dibutuhkan. Diingatkan pula, kondisi covid-19 tidak menghilangkan kepedulian terhadap persoalan lain, utamanya stunting, sebab akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak anak sehingga praktis berpengaruh bagi kualitas sumber daya manusia bangsa ini.

“Stunting membutuhkan penanganan serius semua pihak,” ungkapnya, karena itu ia menagaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kegiatan OPD terkait penanganan stunting ini.

Dijelaskan, tahun 2019 telah dilakukan pengukuran dan verifikasi terhadap 80.313 (64,09%) balita yang hasilnya 20.968 balita stunting (26,10%). Hasil itu cukup menggembirakan. Akan tetapi harus dipastikan pula bahwa 35,91 yang belum diverifikasi tidak mengalami stunting.

Menurut Bupati, rembuk stunting merupakan langkah penting dalam pelaksanaan delapan aksi integrasi yang akan memperkuat efektivitas intervensi penurunan stunting, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Rembuk ini dimaksudkan memastikan terjadinya integrasi intervensi penurunan stunting antara organisasi perangkat daerah, penangung jawab layanan dengan sektor lembaga non pemerintah dan masyarakat.

Kehadiran berbagai pihak pada acara rembuk stunting ini diharapkan Bupati menunjukkan komitmen bersama semua pihak. Kepada 30 desa yang menjadi lokus penaganan stunting terintegarsi di Lombok Timur diminta keseriusan dan komitmen Kepala Desa, dan para pihak untuk bersama mewujudkan penanggulangan stunting terintegrasi dengan memanfaatkan segala potensi yang ada bersama semua komponen yang ada.

Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada 10 kepala desa yang telah melaksanakan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting pada tahun 2018 lalu.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula penandatanganan komitmen penanggulangan dan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Lombok Timur tahun 2021 mendatang oleh para pihak, mulai dari bupati dan jajaran Forkopimda, juga Konsepsi sebagai LSM pendaping, termasuk kepala desa.

No More Posts Available.

No more pages to load.