Lombok Timur Siap Menuju New Normal

oleh -254 views
LOMBOKSATU.com – Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan manusia secara global. Selama pandemi ini, pemerintah memberlakuka kebijakan agar masyarakat diam di rumah. Namun situasi itu ternyata tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya begitu besar terutama pada sektor ekonomi.
Sekda (dua dari kanan) bersama tim gugus covid-19 saat press conference

Melihat hal itu, pemerintah saat ini memberlakukan “New normal” yakni perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, HM. Juaini Taofik mengatakan, sampai saat ini belum ada daerah yang menerapkan new normal atau pola hidup baru, termasuk Lombok Timur, namun semuanya masih dalam pra kondisi.

“Kita ini masih dalam pra kondisi menuju new normal. Saat ini kita mempersiapkan 7 sektor menuju new normal, yakni pasar tradisional, ritel modern, objek wisata, hotel, restoran, pelayanan terpadu dan transportasi,” ungkap Sekda dalam jumpa persnya, Jumat (05/06/2020.

Perlu diketahui, lanjut Sekda, saat ini telah ada peraturan bupati (Perbup) tentang pembatasan sosial berskala desa. “Tujuannya untuk mendorong pemerintah desa, bergerak bersama-sama dengan pemerintah daerah dalam melawan pandemi covid-19,” tegas Juaini Taofik

Ia juga menegaskan, pandemi ini sudah menyebar dimana-mana sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada, dan tetap memerapkan prosedur tetap kesehatan. “Semua kecamatan sudah zona merah. Artinya semua masyarakat desa harus menjaga desanya masing-masing,” harapnya.

Kepada masyarakat, ia menyampaikan terima kasih, selama ini sangat koperatif, tidak ada yang melakukan perlawanan terhadap petugas yang melakukan perawatan. Jika dibandingkan dengan daerah lain, banyak masyarakatnya yang melawan baik saat penananganan maupun saat melakukan penguburan jenazah terpapar corona.

“Syukur di daerah kita tidak ada yang melakukan perlawanan. Semua masih bisa dikomunimasikan dengan baik dan semuanya masih koperatif,” ucapnya.

Pandemi covid-19 di Lombok Timur ini, kata dia, sudah masuk pada fase kedua, dimana pada tahap pertama beberapa klaster sudah dapat dirontokkan, seperti klaster Goa, klaster Jakarta dan lainnya.

“Saat ini tren Lombok Timur mengalami penurunan jika dibandingkan dengan lima kabupaten di Lombok. Fase kedua ini grafik kita tidak terulang,” jelas Sekda.

Lebih lanjut dipaparkan Sekda, jika dilihat dari jumlah penduduk, maka persentase terpapar corona di Lombok Timur jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan kabupaten lain di NTB, termasuk penangannya, Lombok Timur masih lebih baik.

Hal ini menurutnya, tidak lepas dari kesadaran semua pihak. Ia juga menyebutkan, saat ini masyarakat mulai menyadari tentang kondisi pandemi yang melanda negeri ini, sehingga kesadaran masyarakat pun sudah semakin tinggi, mereka sudah mulai terbiasa menjalankan pola hidup sesuai protap kesehatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.