Dr. Sri Supiati Sebut Media DARING Solusi Tepat Saat Pandemi

oleh -276 views

LOMBOKSATU.com – Di tengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pembelajaran dalam jaringan (Daring) menjadi solusi pilihan dalam semua proses kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik untuk sementara waktu dilakukan di rumah.

Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam pembelajaran tersebut. Di antaranya, pemahaman terhadap pemanfaatan teknonologi, kebutuhan kuota paket internet, dan lainnya.

Terkait hal itu, sejumlah guru yang tergabung dalam Gugus V Paok Motong Kecamatan Masbagik Lombok Timur menggelar workshoppembelajaran daring guna memaksimalkan pembelajaran yang diberikan pada siswa.

Koordintor Program Studi Matematika Universitas Hamzanwadi, Dr. Sri Supiyati sebagai salah seorang pemateri mengatakan, kegiatan workshopyang diikuti guru sekolah dasar (SD) di Gugus V Paok Motong Kecamatan Masbagik Lombok Timur menjadi solusi ditengah pandemi covid-19 yang diterapkan pada siswanya.

“Oleh sebab itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan workshopyang dilaksanakan hari ini. Kami yakin dan dapat memastikan proses kegiatan belajar melalui daring sangat efektif ditengah pandemi covid-19 ini,” papar Sri Supiati, Senin (04/05/2020).

Dipaparkan, melalui pembelajaran daring, dapat dipastikan kontak fisik secara massal bisa diminimalisir. Hal ini dapat memutus mata rantai penyebaran virus ganas kiriman dari negeri tirai bambu itu.

Sebagaimana diketahui, ujarnya, untuk mengisi kegiatan belajar mengajar yang harus diselesaikan pada tahun pelajaran ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengambil kebijakan dengan melakukan pembelajaran jarak jauh dengan media daring.

“Media daring sangat efektif sebagai langkah solutif untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan, karena pembelajaran daring ini cukup menggunkan smartphone atau teknologi lain yang disambung dengan internet,” ungkapnya.

Melalui media pembelajaran daring, kata dosen jebolan UNY itu, dewan guru tinggal memberikan tugas secara mandiri pada siswa dengan meminta orang atau wali berperan aktif mendampingi peserta didik untuk belajar di rumah.

“Untuk pembelajaran daring ini, guru tinggal memilih apalikasi sederhana yang biasa digunakan masyarakat umum seperti WhatsApp atau aplikasi zoomuntuk video conference dan sejenisnya,” paparnya.

Lebih lanjut dipaparkan, workshop ini dilakukan sesuai pola dan standar protap pencegahan covid-19 yakni menjaga jarak, pengaturan posisi bangku dan meja sesuai standar social distencing, termasuk penggunaan masker. “Jadi protap standar kesehatan di tengah pandemi covid-19 ini tetap dijalankan,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui whokshop pembelajan guru SD ini dapat memberikan manfaat. Semua target pembelajaran tahun sekarang ini bisa terpenuhi meski banyak kendala, terutama biaya yang relatif mahal. Apalagi dalam situasi perekonomian masyarakat yang sulit.

No More Posts Available.

No more pages to load.