Crisis Center Covid-19 Lombok Timur Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -127 views

LOMBOKSATU.com – Koordinator Umum Crisis Center Covid 19 Kemitraan Kemanusiaan, dr. H. Kurnia Akmal, mengingat semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi pencegahan Covid-19.

Koordinator Umum Crisis Center Covid 19 Kemitraan Kemanusiaan, dr. H. Kurnia Akmal saat konferensi pers

“Kita tidak tahu apa kita dekat dengan virus itu atau tidak karena selama kita tidak pernah melakukan tes maka kemungkinan itu bisa saja terjadi,” tegas Kunia Akmal dalam keterangan persnya, Rabu (22/04/2020).

Dipaparkan, kondisi saat ini sangat memprihatinkan, semakin lama semakin parah dan memprihatinkan, peningkatan sampai tadi malam masih terjadi. Berdasarkan Update terakhir (21 April 2020 tercatat 108 orang terkonfirmasi positif covid 19 dengan rincian 94 orang dalam perawatan,11 orang sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

“Dari jumlah itu masih terdapat 185 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 847 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Angka 108 konfirmasi positif inipun merupakan hasil pemeriksaan dan Test SWAB dari 38 %PDP dan masih ada 62 % PDP belum selesai dilakukan screening sehingga dapat diprediksi bahwa lonjakan kasus positif Covid-19 bisa saja terus mergalani kenaikan,” ulasnya.

Menurutnya, pandemi Covid 19 ini harus benar-benar dianggap serius oleh semua pihak terkait dan seluruh elemen masyarakat agar segala bentuk upaya antisipasi, pencegahan dan minimalisir dampak serta penanganannya bisa dlakukan dengan lebih sistematis, cepat dan tepat serta berkesinambungan.

“Harus ada pendekatan yang baik agar penanganan pandemi covid-19 segera selesai dengan lebih baik dan tidak menambah masalah baru. Dan apabila penanganan terkesan kurang serius dan kurarg baik maka masalah akan semakin panjang dan biaya yang dibutuhkan untuk penanganan covld-19 akan terus membengkak,” paparnya.

Oleh karena itulah, pihak Crisis Center Covid 19 Kemitraan Kemanusiaan perlu menyampaikan kepada semua pihak terkait beberapa hal sebagai berikut:

  1. Media akan memegang peranan penting untuk terus menggalakkan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk upaya pencegahan melalui pelaksanaan protokol social physical distancing, dan karena relatif selama puasa gerakan fisik berkurang maka diharapkan peran media agar bisa maksimal.
  2. Pemerintah harus tetap berupaya menggunakan kampuan dan kekuatan maksimal untuk menghadapi Pandemi Covid-19 agar tetap bisa terkendali dan tertangaulangi.
  3. Selain upaya pencegahan dan pengendalan Pemerintah juga harus mampu mengantsipasi dampak-dampak yang lain dari pandemi Covid-19 seperti dampak ekonomi, sosial, peaksanaan bedah khusus selama Ramadhan agar tidak terjadi gejolak atau hal hal yang tidak dlinginkan pada masyarakat.
  4. Dengan progres data Covid-19 sampai saat ini hendaknya pemerintah mampu membuat kesimpulan dan rumusan agar penanganan pandemi Covid-I9 kedepaneya bisa Iebih tepat, sistematis dan berkesinambungan sampai tuntas.
  5. Semua potensi harus digerakkan termasuk relawan, tokoh-tokoh, media, dan semua potensi yang ada dengan pendekatan lebih baik dan menganggap semuanya sebagai mitra strategis untuk penanganan pandemi covid-19.
  6. Pemerintah harus melibatkan semua masyarakat dalam menghadapi Pandeni Covid-19 dengan memperkuat basis kampung melalui gerakan Jaga Kampung.
  7. Terima kasih kepada masyarakat yang teluh berperan akif dalam upaya pemutusan mata rantali penularan covid-19 dengan tetap tingal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
  8. Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien postif Covid-19 di rumah sakit.

No More Posts Available.

No more pages to load.