KLARIFIKASI! Kepala Cabang FIF Sebut Kejadian Nasabah “Ngamuk” itu Miskomunikasi

oleh -177 views

LOMBOKSATU.com – Kasus mengamuknya salah seorang suami nasabah yang berlatar aktivis LSM Lombok Timur, Eko Rahadi di Kantor Cabang Federal International Finance (FIF) Selong, Rabu (15/04/2020) dan viral akhirnya diklarifikasi antara pihak FIF dan Eko Rahadi.

Mulai dari kanan, Eko Rahadi, I Ketut Ardiana, dan Junaidi berjabat tangan sebagai tanda perdamain

Kedua belah pihak, hari ini (Jumat, 17/04/2020) bertemu di Kantor FIF Cabang Selong guna mengklarifikasi persoalan miskomunikasi tersebut.

Kepala Cabang FIF Selong, I Ketut Ardiana mengatakan, persoalan itu hanya merupakan miskomunikasi antara kedua belah pihak. Namun demikian hal itu saat ini sudah selesai.

“Kami sudah datangi istrinya Mas Eko dan sekarang sudah selesai. Itu hanya miskomunikasi saja,” jelas Ketut Ardiana pada sejumlah waratawan.

Ia juga mengatakan, menegaskan tentang pemberitaan tanggal 15 April 2020 tentang suami nasabah FIF ngamuk ke Kantor FIF karena merasa istri diintimidasi atau diancam oleh salah seorang karyawan FIF tidak benar. Oleh sebab dilakukan klarifikasi hari ini (Jumat, 17/04/2020).

Ketut Ardiana juga menegaskan, sebenarnya penagihan nasabah itu karena ia telah keterlambatan menyetor 3 bulan namun sudah dibayarkan 1 kali angsuran ke petugas FIF, sehingga tunggakannya tinggal 2 bulan.

Sementara Kepala Bagian Recovery Cabang FIF, Junaidi menanbahkan, pihaknya saat ini telah melakukan sosialisasi terhadap nasabah terkait rileksasi yang diberlakukan pemerintah. “Kita telah melakukan rileksasi penurun bunga dengan meminta yang bersangkutan menandatangani semacam adendum,” ujarnya.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi persoalan di belakang hari. “Khawtirnya kalau kita yang lakukan secara langsung terjadi kasus hukum,” imbuh Junaidi.

Sementara itu, Eko Rahadi mengatakan, kejadian kemarin (ngamuk) itu adalah bentuk protes secara spontan tanpa ada tendensi tertentu. “Awalnya saya baca SMS di hape isteri saya yang kurang layak dari yang biasa nagih. Itulah yang membuat saya spontan melakukan tindakan itu,” jelasnya.

Ia mengaku apa yang dilakukan kemarin itu tanpa sepengetahuan isteri atau keluarga. “Sekali lagi kita berharap kepada pihak FIF kalau nagih dengan cara yang baik-baik. Jangan kasar,” tandasnya seraya berjabat tangan dengan pihak FIF sebagai tanda persoalan itu telah klir.

No More Posts Available.

No more pages to load.