COVID-19, Dinas Pertanian Lombok Timur Lakukan Pendataan Petani, DAK Dipangkas

oleh -261 views

LOMBOKSATU.com – Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, H. Abadi mengatakan, situasi pandemi virus corona (Covid-19) saat ini membuat masyarakat petani tentu menghadapi permasalah yang kompleks ditambah lagi dengan curah hujan yang kurang sehingga penanaman juga agak telat.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, H. Abadi

Namun demikian, untuk mengantisipasi situasi sulit ini terutama daya beli petani, ujarnya, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah melakukan pendataan terhadap petani dan penggarap termasuk petani di Lombok Timur.

“Data sudah diserahkan ke Kementerian Pertanian sebanyak 86 ribuan petani di Lombok Timur,” ujar H. Abadi, Senin (13/04/2020) di ruang kerjanya.

H. Abadi mengaku belum tahu secara pasti apa tujuan pendataan di tengah situasi seperti sekarang ini, namun menurutnya, kemungkinan itu sebagai langkah antisipasi pemerintah untuk mengambil kebijakan setelah pandemi virus corona ini selesai.

“Kita belum tahu, apakah dengan pendataan itu akan ada bantuan atau kebijakan baru dari pusat nanti, kita tunggu saja. Yang jelas kita sudah melakukan pendataan dan sudah dikirim,” ungkapnya.

Dijelaskan, yang perlu dimaklumi saat ini, semua dana alokasi khusus (DAK) yang ada di Dinas Pertanian Lombok Timur senilai Rp 2,9 miliaran itu telah ditarik pemerintah pusat untuk pencegahan virus corona sehingga program untuk petani di Lombok Timur tahun ini dari dana DAK secara otomatis tidak ada. “DAK sebesar Rp2,9 miliaran telah dipangkas oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Namun demikian, untuk ketersedian bahan pangan dan pembelian hasil panen petani yang sebentar lagi akan panen, ia mengaku sudah melalukan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait seperti dinas ketahanan pangan. “Petani tidak perlu khawatir, bahkan kita juga sudah komunikasi dengan dinas lintas sektoral,” jelasnya.

Terkait dengan pencegahan virus corona, ia mengimbu para petani untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan dengan cuci tangan dengan sabun, gunakan masker, meskipun kontak dengan pihak luar sangat jarang. “Tetap jaga kesehatan dan ikuti saran pemerintah,” sarannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.