Covid-19, Sekda Lombok Timur: “Kita Bukan Hanya Lakukan Pencegahan tapi Tindakan”

oleh -179 views

LOMBOKSATU.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah merambah berbagai pelosok belahan dunia tak terkecuali di Lombok Timur sehingga saat ini pemerintah setempat bukan hanya melakukan pencegahan tapi penindakan.

Sekda, HM. Juaini Taofik saat memberikan keterangan pers didampingi sejumlah pejabat Lombok Timur

Kondisi ini membuat pemerintah Lombok Timur menerapkan berbagai kebijakan untuk mencegah dan melakukan tindakan terhadap penyebaran virus corona jenis baru yang pertama kali terjadi di Wuhan, China pada pertengahan Desember 2019 lalu tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM. Juaini Taofik mengatakan, pemerintah Lombok Timur sejak awal telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengantisipsi merebaknya kasus virus corona ini agar tidak menyebar dan menjangkit masyarakat.

“Pada fase awal, pemerintah Lombok Timur fokus dengan apa yang menjadi edaran pemerintah provinsi agar tidak menyebar dan menjangkit masyarakat, dan fase kedua, sejak 23 Maret Lombok Timur pecah telur kita tidak hanya pada upaya pencegahan melainkan melakukan tindakan,” papar Juaini Taofik, Jumat (27/03/2020) di Posko Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 (Kantor Bupati lantai 1).

Disebutkan kebijakan-kebijakan pemerintah dengan melakukan penundaan pemilihan kepala desa, mendorong pemerintah desa untuk turut aktif memantau mobilisasi masyarakat termasuk jika ada masyarakat yang pulang dari luar daerah maupun luar negeri. “Pemerintah juga mendorong bagi desa yang sudah keluar dananya bisa gunakan untuk berkegiatan pencegahan, misalnya sambang kampung, dan lainnya,” paparnya.

Ia juga memaparkan, menangani kasus Covid-19 itu tidak cukup dengan pendekan medis. Oleh karena itu pemerintah juga membuat posko pengaduan untuk mendukung penanganan medis. “Kalau penanganan medis dilakukan oleh dinas kesehatan, tapi kalau umum bisa di Humas Gugus Tugas Penaganan Covid-19 ini (Kantor Bupati lantai 1),” jelasnya.

Untuk penangan dua orang yang positif terjangkit covid-19 sudah ditangani dan keadaannya sudah semakin membaik. Pemerintah juga sudah melakukan sosial tracking terhadap kontak pertama dengan yang terjangkit Covid-19, karena secara teori, papar Sekda, kontak pertama paling berat ketimbang kontak kedua.

“Saat ini upaya yang paling nyata dan efektif adalah pencegahan. Selain itu kita fokus penindakan dengan minyiapkan fasilitas. APD (alat pelindung diri) perawat itu cukup sulit, namun kami sudah pesan dan menurut direktur rumah sakit dr. Raden Soedjono, kekuatan APD itu masih bisa untuk 1 bulan,” tegasnya.

Dipaparkan pula, menjelang bulan puasa ramadhan, pemerintah Lombok Timur akan buat posko di bandara untuk mengantisipasi kepulangan masyarakat dari berbagai daerah maupun luar negeri, oleh sebab itu Sekda berharap upaya penanganan dan pencegahan ini butuh dukungan semua pihak karena membantu orang lain sama dengan membantu diri sendiri.

Saat ini juga pemerintah Lombok Timur sudah mempersiapkan tempat penampungan untuk karantina yakni rusunawa yang berlokasi di Labuhan Lombok dengan daya tampung sekitar 400-an orang. “Hari ini (Jumat 27/03/2020) sedang dibersihkan untuk menampung kepulangan jamaah tablik yang pulang hari Ahad besok yang jumlahnya 103 orang,” tegas Sekda.

No More Posts Available.

No more pages to load.