Wartawan Harus Waspada dalam Peliputan Covid-19

oleh -141 views
Ketua FJLT, Rusliadi

LOMBOKSATU.com – Status kewaspadaan bencana non-alam Covid-19 di Lombok Timur telah ditingkatkan menjadi zona merah. Menyusul munculnya data dua pasien di Lombok Timur yang positif terpapar Covid-19. Dari data per 25 Maret, Lombok Timur menjadi Kabupaten penyumbang terduga Corona tertinggi di NTB. Dengan rincian 2 orang Positif, 3 pasien dalam pantauan (PDP), dan 66 orang dalam

Terkait hal itu, Ketua Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT), Ruslidi mengingatkan para jurnalis dengan menerbitkan himbauan demi turut aktif mencegah penyebaran Covid-19 serta meningkatkan kewaspadaan jurnalis dalam melaksanakan tugas peliputan.

“Wartawan Lombok Timur sebagai corong utama informasi bagi masyarakat dalam menjalankan tugasnya harus menjaga diri dari wabah berbahaya tersebut. Harus diingat juga, keselamatan teman-teman dalam melakukan liputan harus diperhatikan,” tegas Rusliadi, Kamis (26/03/2020).

Disebutkan, jurnalis dalam melaksanakan tugas liputan bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang sehingga tak menutup kemungkinan penyebaran virus Covid-19 juga dapat menjangkiti wartawan. Maka, salah satu upaya pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD).

“Kita para awak media adalah orang yang paling sering dan banyak berinteraksi dengan semua kalangan. Khusus masalah covid-19, hendaknya narasumber yang digunakan adalah pejabat-pejabat yang telah ditunjuk oleh Pemda,” tegas Rusliadi yang juga wartawan Suara NTB itu.

Ia berharap, wartawan juga harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan. Wartawan yang kerap memberikan kritik dan masukan konstruksif kepada pemerintah, tentu harus mengaplikasikan kritik tersebut pada dirinya. Terlebih ditengah perang melawan virus corona yang tengah menyerang Indonesia saat ini. “Apa yang kita lalukan, akan jadi atensi banyak orang. Tetap semangat, dan jaga kesehatan dan pola hidup bersih,” ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut olehnya, selain melengkapi diri dengan APD, jurnalis Lotim juga dihimbau untuk menjaga jarak dengan narasumber dan rekan sesama jurnalis. Adapun jarak aman yang dimaksudkan adalah minimal 1 meter sesuai dengan anjuran dari para ahli kesehatan.

“Perlu diingat, tidak ada berita seharga nyawa. Jaga keselamatan diri dan keselamatan keluarga dengan social distancing,” himbaunya.

Selain itu, ia juga meminta wartawan Lombok Timur untuk tetap berpegang teguh pada kode etik pers dan UU Pokok Pers No. 40 tahun 1999 dalam melakukan peliputan serta menjadikan orang yang berkompetens sebagai narasumber dalam peliputan virus corona agar berita yang ditulis tidak menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.