MotoGP 2021, Dispar Siapkan Tirtanadi Sebagai Wisata Bebas Residu Kimia

oleh -114 views
Kabid Pemasaran, Muhir (photo ist)

LOMBOKSATU.com – Ikhtiar membangun dan mengembangkan pariwisata dan menyambut perhelatan MotoGP 2021 di KEK Mandalika Lombok Tengah, NTB, Dinas Pariwisata Lombok Timur saat ini membuka dan menyiapkan destinasi wisata baru di Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji dengan brand Agrowisata.

“Konsep agro wisata ini kita akan kembangkan sebagai destinasi wisata dengan menyiapkan Desa Tirtandi sebagai sample project desa wisata “bebas residu kimia,” yang menarik minat wisatawan. Harapan kita salah satunya saat pehelatan MotoGP nanti,” papar Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur NTB, Muhir, Kamia (12/03/2020) di Selong.

Melalui pengembangan destinasi wisata di Desa Tirtanadi yang bebas residu kimia diharapkan bisa menjadi penunjang wisataagro lain di Lombok Timur. Dari pengembangan ini juga diharapkan tumbuh entrepreneurship dengan pendidikan entrepreneurship untuk menciptakan ekosistem yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup bersama di masa mendatang.

Untuk tahap awal persiapan, pihaknya menggelar kegiatan yang bersifat edukatif bagi masyarakat Tirtanadi yang akan berlangsung 28-31 Maret 2020 dengan nama Empathy Project yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013 melalui program Anak Hebat Anak Indonesia (AHAI).”Program AHAI khusus untuk anak-anak di SD kelas 4-6 sementara untuk masyarakat juga ada. Kegiatan ini terlaksanan atas kerjasama Sociopreneur Indonesia denga Dinas Pariwisata Lombok Timur untuk mengembangkan empati individu, empati kelompok, dan empati sosial dengan pendekatan discovery dan experiential learning,” papar Muhir.

Disebutkan Muhir, seluruh program dirancang berdasarkan pendidikan entrepreneurship untuk mengembangkan mindset (melihat cara dunia bekerja), skillset (cara menyikapi tantangan), dan toolset (menerapkan pendekatan khusus).

“Semua potensi yang ada di Tirtandi kita akan kembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi di Tirtanadi ini kita siapkan sebagai salah satu destinasi agrowisata bebas residu kimia yang bisa dikunjungi, terutama menyambut perhelat MotoGP 2021,” paparnya.

Program empati yang akan dilaksanakan dalam Empathy Project di Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kab. Lombok Timur ada tiga jenis. Pertama, AHAI (Anak Hebat Anak Indonesia) yang dirancang untuk murid kelas 4 hingga 6 sekolah dasar. Aktivitas AHAI menstimulus untuk berpikir kreatif dan imajinatif, mampu memecahkan masalah, bekerja dalam tim, dan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka.

Program ini dilaksanakan dengan pendekatan discovery learning dan experiential learning melalui aktivitas kreatif dan menyenangkan serta membangun empati individu dan kelompok. Sejak tahun 2013, AHAI telah melibatkan 2.267 siswa dari 14 sekolah di sembilan provinsi di Indonesia.

Melalui aktivitas AHAI, peserta dibangun Physical Skill, Intellectual Skill, Social emotional skill, dan spiritual skill (PhISeS skills) agar mampu berkomunikasi, mengambil keputusan, membuat solusi serta menciptakan nilai tambah.

Kedua, Micro-Library adalah program kolaboratif yang bertujuan untuk meningkatkan akses literasi melalui buku dan permainan edukatif dengan meluncurkan perpustakaan mikro untuk masyarakat desa. Memberikan akses terhadap informasi dan mengajak masyarakat lokal untuk terbiasa membaca dan memperoleh ilmu pengetahuan. Pada pelaksanaan di Desa Tirtanadi Lombok Timur dengan target mendistribukan 500 buku dan paket edukasi.

Ketiga, BYTe (Bootcamp for Young Technopreneur) merupakan program yang ditujukan untuk mahasiswa dan pelajar SMA kelas 11 hingga 12, yang berlangsung selama empat (4) hari (3) malam pada industri lokal dengan pendekatan intensive experiential learning untuk meningkatkan kemampuan individu dalam memecahkan masalah, membuat keputusan, mengidentifikasi peluang, menghasilkan dan mengembangkan ide-ide inovatif serta menumbuhkembangkan empati individu, kelompok dan sosial.

Aktivitas BYTe melatih individu untuk memiliki entrepreneurial mindset (melihat cara dunia bekerja), mengembangkan skillset (cara menyikapi tantangan) dan toolset (menerapkan pendekatan khusus). Melalui bootcamp, individu mampu mengidentifikasi sumber daya yang ada di sekelilingnya dan mengoptimalkannya dalam menyelesaikan masalah yang telah diidentifikasi dengan menciptakan inovasi.

Tahap selanjutnya, papar kabid yang dikenal sebagai budayawan Sasak ini, sekitar 500 orang guru dari berbagai daerah akan berkunjung ke Tirtanadi sekaligus berwisata. “Inilah salah satu langkah kita memasarkan pariwisata sekaligus mendatangkan wisatawan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.