Ketum PDNW: Kader NW Harus Mandiri

oleh -215 views
HM. Syamsul Luthdi
HM. Syamsul Luthfi, M.Si

LOMBOKSATU – Ketua Umum Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Lombok Timur, HM. Syamsul Luthfi, M.Si mengajak semua jamaah mengedepankan kolektivitas dalam menjalankan roda organisasi agar bisa berkembang dengan baik.

“Dalam berorganisasi jangan segalanya dibebankan kepada ketua organisasi, mari kita kedepankan kolektivitas dan kebersamaan, karena dalam berorganisasi ini, kita membutuhkan kebersamaan, untuk melaksanakan program-program organisasi tersebut,” ungkapnya saat memberikan sambutan Musda XIV di Pancor, Ahad (05|01|2020) di Pancor.

Ia juga mengingatkan. dalam perjuangan, tidak bisa membebankan pada bantuan pemerintah. Dulu zaman maulana syaikh tidak pernah mengedepankan bantuan pemerintah baru dalam berjuang. Bantuan dari pemerintah hanya sekian persen dari saham perjuangan di dalam berorganisasi.

“Kalau kita hanya mengandalakan proposal sebagai pembangunan madrasah. Pola pikir kita gak boleh begitu, mari membangun madrasah berlandaskan partisipasi dan peran aktif dari masyarakat sekitar untuk mendukung keberlangsungan madrasah itu,” harapnya.

Ia juga mengingatkan, membangun madrasah jangan mengharapkan bantuan pemerintah semeta apa lagi mengaitkan dengan pilkada, karena hal itu merupakan salah satu program dari organisasi yang memang harus diperjuangkan.

“Jangan kita mendukung itu karena pamrih, karena yang namanya Pilkada atau program-program yang lain merupakan program yang sudah dicetuskan oleh organisasi. Itu (Pilkda) adalah program organisasi yang harus kita sukseskan,” ungkapnya.

Justru saat ini yang menjadi masalah adalah ketika kader-kader Nahdlatul Wathan, sudah tidak ada di pemerintahan, kemudian ketergantungan terhadap proposal ini terlalu tinggi. Pertanyaannya, bagaimana jadinya keberlangsungan madrasah? Oleh karena itu ia berharap ada kemandirian dalam membangum dan berjuang untuk kemajuan mdrasah.

“Kemandirian kita dalam mengelola lembaga pendidikan itu sangat penting, bagaimana kita membangun partisipasi, yang besar dari masyarakat sekitar untuk mendukung keberlangsungan atau eksistensi dari madrasah yang ada di lingkungan kita tersebut,” harapnya.

Jangan mendirikan madrasah, di suatu daerah, tapi masyarakat di sekitar itu tidak mau tau dan tidak mau peduli. Hal ini yang harus diluruskan, bagaimana kedepan, jamaah makin solid, jangan sampai keadaan jamaah ini semakin loyo, hanya karena tidak dapat menerima bantuan.

“Jangan saling talon ate, satu dengan yang lain, sehingga kita tidak menjadi kompak dalam membangun organisasi Nahdlatul Wathan yang kita cintai ini. Kita harus ingat maulana syikh dalam membangun organisasi ini penuh perjuangan,” terang anggota DPR RI dari Partai NasDem itu.

Kakak kandung TGB Zainul Majdi ini juga mengimbau semua jamaah terutama generasi muda NW untuk menjadi generasi yang terus menerus melakukan perubahan demi kemajuan bersama, lebih-lebih untuk kemajuan organisasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.