LLK Lombok Timur Gelar Uji Kompetensi

oleh -341 views

LOMBOKSATU.com – Loka Latihan Kerja (LLK) Kabupaten Lombok Timur menggelar uji kompetensi terhadap 208 peserta yang sudah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi (PBK) tahun 2019.

“Ujian kompetensi kali ini ada 5 kejuruan yang diuji seperti kejuruan automotif sepeda motor, menjahit, praktikal office, Las dan teknisi komputer yang terbagi menjadi 13 kelas,” kata Ahmad Wardi, S.Sos, Kepala LLK Lombok Timur saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (31/07/2019).

Ahmad Wardi

Dikatakan Ahmad Wardi, uji kompetensi yang berlangsung sejak 29 Juli hingga 04 Agustus tersebut terselenggara atas kerjasama pihaknya dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 2 Balai Latihan Kerja Surakarta.

Uji kompetensi kali ini kata Wardi, merupakan gelombang ketiga diselenggarakan di LLK Lombok Timur yang diikuti oleh ratusan peserta dari LLK Lombok Timur dan BLK Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Terpilihnya LLK Lombok Timur sebagai tempat uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) karena telah telah dinyatakan memenuhi standar.

“LLK Lombok Timur ini merupakan salah satu dari dua BLK di Nusa Tenggara Barat yang memiliki sarana prasarana dan fasilitas lengkap sesuai standar nasional indonesia, sehingga kita bisa menyelenggarakan dan menjadi tempat uji kompetensi sesaat (TUKS),” jelasnya.

Menurut Wardi, penerbitan sertifikat profesi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terhadap para peserta yang sudah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi sebagai legalitas formal yang dapat digunakan di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri sangat dibutuhkan jika para peserta ingin mengadu nasib sebagai pekerja migran.

Adapun indikator penilaian bagi para peserta yang hendak mengikuti uji kompetensi harus dinyatakan lulus uji pengetahuan, uji praktek dan uji etika pada kejuruan masing-masing.

“Kalau ada salah satu indikator penilaian yang dinyatakan gagal oleh asesor atau tim penguji, maka peserta tersebut tidak berhak mendapatkan sertifikat profesi dari BNSP, karena dikhawatirkan mereka tidak bisa bekerja professional dengan hasil kinerja berkualitas rendah,” tegas Wardi.

No More Posts Available.

No more pages to load.