Seni Rupa Kurang Peminat di NTB, Akarilis Gelar Dialog dan Pameran

oleh -601 views

LOMBOKSATU – Perkembangan pegiat seni rupa murni atau photograpy di Nusa Tenggara Barat khususnya di Lombok Timur belum begitu ramai karena kurang diminati. Demikian disampaikan Aswan KaIlani, Rabu (24/07/2019) di Pancor.


Dipaparkanya, secara historis, seni photograpy sangat terkait dengan gambar berupa photo dan video termaauk peninggalan-peninggalan sejarah perjuangan bangsa masih terdokumentasi sampai hari ini dapat memberikan makna atau pesan tersendiri.

Aswan Kailani


“Seni rupa sebagai media yang tepat untuk memperhalus rasa dan karsa seorang manusia. Melalui seni rupa, manusia dapat mengekspresikan apa yang dilihat serta dirasakannya ke dalam sketsa dan warna. Jadi, manusia tersebut mendapatkan eksistensi diri karena mampu untuk mengekspresikan pengalamannya dan membaginya kepada banyak orang,” terangnya.

Terkait dengan hal itu, kata Aswan, Akarilis kerja sama Komunitas Seni Katakaki melaksanakan kegitan dialog seni dan pameran photografi, Kamis (25/07/2019) di Pancor dengan melibatkan para seniman untuk menyampaikan ide atau gagasannya kepada publik melalui media karya seni.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antara seniman yang diwakili oleh karya seninya, mahasiswa, masyarakat dan apresiator yang bertujuan sebagai sarana hiburan atau rekreasi bagi kelompok pecinta seni di kalangan pelajar maupun masyarakat,” ujrnya.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapan memberikan motivasi kepada pengunjung untuk mengambil langkah konkrit yang bermanfaat dalam berkesenian, memupuk rasa cinta terhadap karya seni dan sebagai ruang yang mewujud dari hasil praktik dan disajikan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana menunjukkan dan mengembangkan bakat dalam seni photograpy serta sebagai upaya meningkatkan apresiasi seni pada generasi muda khususnya,” ulas Aswan yang juga dosen Univeritas Hamzanwadi ini.

Selain pameran, kata Aswan, ada juga pentas seni musikalisasi puisi dan pembacaan puisi yang mana lirik dari judul puisi interpretasi dari beberapa judul photo yang dipamerkan.

“Dialog seni ini, kolaborasi antara seni rupa dengan seni pertunjukan yang berupa musikalisasi puisi dan pembacaan puisi. Adapun pesertanya terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkas Aswan Kaelani.

No More Posts Available.

No more pages to load.