Sempat Vakum, PMI Lombok Tengah Diberangkatkan ke Saudi Arabia

oleh -2.096 views
oleh
Kepala Disnakertrans saat memberikan pengarahan kepada 12 PMI yang akan diberangkatkan ke Saudi Arabia
Kepala Disnakertrans saat memberikan pengarahan kepada 12 PMI yang akan diberangkatkan ke Saudi Arabia

LOMBOKSATU.com – Setelah cukup lama vakum akibat pandemi Covid-19, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Lombok Tengah untuk petama kalinya tahun ini bisa diberangkatkan.

Sebanyak 12 PMI asal Lombok Tengah tujuan Saudi Arabia yang diberangkatkan PT Usahatama Bunda Sejati perwakilan NTB dilepas secara simbolis oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah.

Pelepasan yang berlangsung di kantor cabang PT Usahatama Bunda Sejati di Desa Lajut Kecamatan Praya Tengah itu dilaksanakan Rabu (09/03/2022).

Kepala Disnakertrans Lombok Tengah Lalu Kariawan memberikan pengarahan dan nasihat kepada PMI saat bekerja nanti di Saudi Arabia.

Para PMI diingatkan untuk tetap memperhatikan loyalitas dan etos kerja selama di negara tujuan.
Selain itu, mereka juga diminta tetap menjaga sikap selama bekerja.

Bagaimanapun juga, sopan santun dan budaya timur harus tetap dipertahankan dan menjadi modal utama dalam berinteraksi di negara tujuan.

Menurutnya, salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah seringnya para PMI kabur dari tempat bekerja mereka pertama mereka karena tergiur dengan gaji yang lebih besar.

Namun tidak sedikit para PMI yang kabur justru mendapatkan tempat bekerja yang tidak sesuai keinginan. Akibatnya banyak di antaranya yang bermasalah dan hal ini tentu akan menjadi permasalahan bagi pemerintah.

Baik untuk perihal pemulangan ataupun yang lainnya, diurus sepenuhnya oleh pemerintah. Karenanya, ia berpesan kepada para PMI agar bersabar dan tetap mensyukuri apa yang diperoleh nanti di negara tujuan.

Lalu Kariawan menegaskan, pemberangkatan perdana ini merupakan sesuatu yang sangat membanggakan. Karena ini sudah dinantikan sejak beberapa tahun terakhir.

Saat ini lanjutnya, sebanyak 50 negara sudah membuka rekrutmen PMI. Di antaranya Saudi Arabia, Hongkong, Taiwan dan negara-negara Eropa. Pembukaan ini merupakan dampak dari perubahan status pandemi di negara tujuan.

Adapun rekrutmen PMI, terus disempurnakan. Sebelum diberangkatkan, calon PMI saat ini harus diseleksi secara ketat. Mulai dari kelengkapan administrasi, kesehatan dan lainnya diperiksa secara teliti.

Misalnya bagi calon PMI yang sudah berkeluarga, izin suami yang diserahkan akan dicocokan dengan fakta di lapangan. Seperti bertanya kepada kepala dusun dan menghadirkan pasangan yang bersangkutan.

Selain itu, daftar negara tujuan telah disebar ke seluruh desa dan kelurahan. Ini untuk memastikan terjadinya penipuan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Jika ada PJTKI yang menawarkan pekerjaan di negara yang tidak terdaftar, sudah dipastikan illegal.

Untuk itu pihaknya mengajak segenap lapisan masyarakat melaporkan, jika mengetahui adanya hal mencurigakan seputar pemberangkatan PMI. Laporan bisa disampaikan ke dinas maupun pihak berwajib.

Sementara itu Kepala Cabang PT. Usahatama Bunda Sejati, Muh.Tapsir Ismail mengatakan, sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, 12 PMI tersebut akan mendapat bimbingan terakhir di Jakarta selama dua minggu.

Menurutnya, persiapan pemberangkatan sudah dilakukan dengan sangat matang. Para PMI telah dilatih berbagai hal, mulai dari bahasa sampai dengan bagaimana bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat di daerah tujuan sudah diajarkan dengan baik.

Pihaknya optimis 12 PMI tersebut akan bisa bekerja dan membawa hasil yang baik untuk masa depan mereka sepulangnya dari Saudi Arabia nanti.

Selaku perusahaan penyalur, pihaknya berharap agar kedepan lebih banyak lagi negara yang membuka rekrutmen PMI, sehingga mampu mendatangkan manfaat khususnya bagi masyarakat Lombok Tengah. (Dar)