Gawe Adat, Bupati Lombok Timur Puji Kepedulian Lingkungan Masyarakat

oleh -34 views
oleh
gawe

LOMBOKSATU.com — Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memuji kepedulian masyarakat Sambelia terhadap lingkungan yang dinilai turut menjaga keberlangsungan sumber air di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri tradisi Gawe Adat Selametan Otak Reban di Desa Sambelia, Senin (19/10/2026).

Dalam perjalanan menuju lokasi acara, Bupati melihat aliran sungai yang tetap mengalir sepanjang musim. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk keberkahan Allah SWT yang patut disyukuri bersama melalui tradisi Selametan Otak Reban.

Haerul membandingkan kondisi Sambelia dengan sejumlah wilayah lain di Lombok Timur. Menurutnya, hampir 11 kecamatan sedang mengalami kekeringan, sedangkan Desa Sambelia tidak terdampak.

Ia menilai kepedulian masyarakat dalam menjaga alam dan menghindari perusakan pohon secara liar menjadi salah satu faktor penting dalam memelihara lingkungan setempat.

Selain menjadi ungkapan syukur dan ajang silaturahmi, Bupati berharap tradisi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk kebutuhan pembangunan yang dihadapi para kepala desa.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bertugas melayani masyarakat dan menyediakan ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan maupun usulan. “Pemerintah harus menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengadu dan menyampaikan aspirasinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa sekaligus Ketua Adat Sambelia H. Moh. Kahar menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati. Ia mengatakan para petani menyambut gembira kegiatan tersebut karena Selametan Otak Reban menandai dimulainya pengelolaan lahan dan penebaran benih, khususnya untuk musim tanam padi.

Dalam kesempatan itu, Kahar juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, terutama para petani. Salah satu kebutuhan yang disorot ialah peningkatan kualitas jalan usaha tani untuk mendukung aktivitas pertanian.

Ia turut menyinggung potensi pengairan dan kawasan sungai di Sambelia. Selain menunjang irigasi sawah, bantaran sungai kini dimanfaatkan sebagai destinasi wisata yang menarik kunjungan wisatawan dari Sambelia maupun luar daerah. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim.