Perkuat Profesi Guru BK, ABKIN NTB Siap Roadshow

oleh -38 views
oleh
abkin ntb
Foto dok/ist

LOMBOKSATU.com— Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) NTB periode 2026–2030 menyiapkan roadshow ke berbagai kabupaten dan kota sebagai strategi memperkuat kompetensi profesional guru BK secara berkelanjutan.

Ketua PD ABKIN NTB periode 2026–2030 Dr. H. Musifuddin M.Pd mengatakan roadshow menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi organisasi profesi dengan guru BK sekaligus memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi di daerah.

“Roadshow ini kami arahkan untuk membangun kolaborasi sekaligus memberikan penguatan kepada guru BK di setiap kabupaten dan kota. Kami ingin ABKIN hadir lebih dekat dengan anggota dan memahami kebutuhan profesi di lapangan,” ujar Musifuddin, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, pengembangan profesional guru BK perlu berlangsung secara berkelanjutan melalui kegiatan yang relevan dengan dinamika pendidikan dan kebutuhan peserta didik. Setiap daerah memiliki karakteristik persoalan yang memerlukan respons sesuai konteksnya.

Roadshow akan menjadi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi guru BK sekaligus menghimpun pengalaman praktik layanan dari berbagai daerah. Temuan tersebut dapat menjadi dasar penyusunan program pengembangan profesi ABKIN NTB.

“Kami ingin mendengar langsung pengalaman dan kebutuhan guru BK di daerah. Dari sana, organisasi dapat menyusun penguatan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan tantangan yang mereka hadapi,” kata Musifuddin.

Menurut Musifuddin, keberlanjutan pengembangan kompetensi perlu dibangun melalui proses pembelajaran profesi yang konsisten. Guru BK perlu memperoleh ruang untuk memperbarui pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan merefleksikan praktik layanan sesuai perubahan kebutuhan peserta didik.

Roadshow juga diarahkan untuk memperkuat jejaring profesional antarguru BK. Pertukaran pengalaman mengenai praktik layanan, inovasi pendampingan, dan pengelolaan program BK dapat menjadi sumber pembelajaran bagi anggota di berbagai wilayah.

Dalam kerangka tersebut, organisasi profesi memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran kolektif. Interaksi antarguru BK memungkinkan pengetahuan dan pengalaman dari satu daerah berkembang menjadi referensi bagi pengembangan layanan di daerah lainnya.

Musifuddin menegaskan bahwa keberhasilan agenda pengembangan profesi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. ABKIN NTB akan membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah, BGTK, perguruan tinggi, satuan pendidikan, dan praktisi bimbingan dan konseling.

“Penguatan guru BK membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Karena itu, ABKIN NTB akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah, BGTK, perguruan tinggi, sekolah, dan para praktisi,” tutur Direktur Pascasarjana Universitas Hamzanwadi itu.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut diarahkan untuk memperluas akses guru BK terhadap kegiatan pengembangan profesional. Bentuknya dapat berupa pelatihan, diskusi keilmuan, pendampingan, berbagi praktik baik, serta forum penguatan kompetensi yang berlangsung secara berkelanjutan.

Agenda tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kepengurusan baru setelah pelantikan PD ABKIN NTB periode 2026–2030. Program kerja organisasi diarahkan untuk menerjemahkan visi kepengurusan ke dalam kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi anggota.

Seminar internasional yang dirangkaikan dengan pelantikan menjadi salah satu ruang awal penguatan wawasan profesional guru BK. Roadshow selanjutnya memperluas proses tersebut melalui interaksi langsung dengan guru BK di kabupaten dan kota.

Rangkaian agenda itu menunjukkan orientasi ABKIN NTB pada pengembangan profesi yang berkesinambungan. Kompetensi guru BK ditempatkan sebagai proses yang perlu terus diperbarui melalui pembelajaran, pengalaman praktik, kolaborasi, dan refleksi profesional.

Musifuddin mengatakan penguatan kompetensi tersebut pada akhirnya harus berorientasi pada kualitas layanan kepada peserta didik. Kompetensi profesional memiliki makna ketika mampu diterapkan secara tepat dalam memahami kebutuhan, mendampingi perkembangan, dan membantu peserta didik menghadapi berbagai persoalan.

“Harapan kami, penguatan yang dilakukan bersama ABKIN dapat meningkatkan kualitas profesional guru BK dan berdampak pada layanan yang semakin baik bagi peserta didik,” ujarnya.

Melalui roadshow, PD ABKIN NTB menargetkan terbentuknya jejaring profesional yang lebih kuat di seluruh wilayah NTB. Jejaring tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kompetensi guru BK yang konsisten, kontekstual, dan berkelanjutan.