LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengakui kualitas pendidikan pondok pesantren yang tidak hanya membekali santri dengan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Pondok Pesantren Darul Muttaqien NWDI Perian, Senin (27/07/2026). Tahun ini, pesantren tersebut menampung sekitar 1.400 siswa.
Menurut Bupati, keberadaan lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat merupakan kontribusi penting dalam memperluas akses pendidikan. Karena itu, pemerintah patut menyampaikan apresiasi kepada pihak swasta dan lembaga pendidikan keagamaan.
“Pemikiran kita, kalau tidak ada Al-Maghfurullah, Tuan Guru, Kakek kita yang ada di Pancor, bagaimana beratnya pendidikan di Lombok Timur? Berat sekali. Di mana orang-orang akan bersekolah, di mana orang-orang akan menimba ilmu? Ini harus disyukuri oleh pemerintah, termasuk Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya.
Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya tersebut juga mengakui kualitas pendidikan pondok pesantren yang dinilainya mampu memadukan penguasaan ilmu dengan penanaman nilai kesederhanaan kepada para santri.
Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki kontribusi penting dalam membentuk generasi yang berilmu sekaligus memiliki karakter. Nilai kesederhanaan tersebut dinilai relevan dalam membangun pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.
Karena itu, Bupati berharap para santri Pondok Pesantren Darul Muttaqien NWDI Perian dapat mengisi Sekolah Garuda yang direncanakan dibangun di Lombok Timur. Pembangunan sekolah tersebut telah mendapat persetujuan pemerintah pusat.
Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan Pondok Pesantren Darul Muttaqien NWDI Perian. Ia berharap pesantren tersebut semakin maju dan berkembang, baik dari sisi fisik maupun kualitas pendidikan.
Selain mendukung pesantren, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga tengah mengupayakan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai wadah pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu agar tetap memperoleh pendidikan berkualitas.
Saat ini, para siswa Sekolah Rakyat masih mengikuti proses pembelajaran di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur serta gedung eks Akademi Keperawatan (Akper).





