LOMBOKSATU.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen menata dan mempercantik wajah Kota Selong secara bertahap melalui sejumlah program pembangunan strategis. Penataan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pusat kota yang lebih representatif, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Untuk mendukung berbagai program tersebut, para kepala lingkungan diminta ikut memperkuat sinergi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami harap semua kepala lingkungan mndukung,” Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat menghadiri silaturahmi dengan Forum Kepala Lingkungan se-Kecamatan Selong dan Labuhan Haji, Selasa (12/05/2026) di Pendopo Bupati.
Kegiatan tersebut digelar untuk mendengarkan aspirasi para kepala lingkungan demi menjaga semangat kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bupati menyampaikan bahwa berbagai capaian Lombok Timur sepanjang 2025–2026 tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, termasuk kepala lingkungan. Dari 11 penghargaan yang berhasil diraih, tiga di antaranya akan memperoleh Dana Insentif Daerah (DID).
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita terima untuk menambah biaya BPJS yang harus dibayarkan Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2025 telah mengalokasikan Rp 86 miliar untuk BPJS, sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp 132 miliar. Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai lebih dari Rp 405 miliar.
Meski demikian, Pemda tetap optimistis berbagai program pembangunan dapat berjalan melalui dukungan investor dan bantuan pemerintah pusat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendekatan ke pemerintah pusat agar Lombok Timur menjadi salah satu dari 30 kabupaten/kota penerima hibah Local Service Delivery Improvement Program (LSDP) dari Bank Dunia sebesar Rp 150 miliar.
Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah sehingga sampah nantinya dapat diolah menjadi energi listrik dan produk bernilai ekonomi guna menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan rencana penataan Kota Selong secara bertahap. Di antaranya pembangunan Masjid Agung Al-Mujahidin Selong dengan anggaran sekitar Rp 50 miliar yang diharapkan menjadi ikon baru kota.
Selain itu, pembangunan kembali Gedung Wanita/MAIS dengan anggaran mencapai Rp 38 miliar akan menghadirkan gedung serbaguna yang lebih representatif untuk berbagai kegiatan masyarakat dan pemerintahan.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga merencanakan pemindahan Kantor Camat Selong yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai area food court.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercantik tata kota sekaligus menciptakan ruang publik baru yang lebih produktif dan nyaman bagi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga berkomitmen agar para kepala lingkungan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, masa jabatan kepala lingkungan direncanakan diperpanjang menjadi delapan tahun dengan syarat usia masih di bawah 60 tahun. Perbedaan insentif pajak PBB antara Kecamatan Labuhan Haji sebesar 8 persen dan Kecamatan Selong sebesar 5 persen juga akan disamakan menjadi 8 persen.
Sementara terkait kesejahteraan dan kenaikan gaji kepala lingkungan, Pemda akan menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, Bupati berharap seluruh kepala lingkungan dapat terus mendukung program pemerintah dan memberikan pelayanan yang adil serta merata kepada masyarakat.
“Yang penting bantu Pemerintah, ikhlas bekerja. Kita berikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Jangan pernah membedakan, jadilah pemerintah yang adil dan merata pada masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri 57 dari total 76 kepala lingkungan di 15 kelurahan se-Kecamatan Selong dan Labuhan Haji.





