LOMBOKSATU.com – Tingkat kemiskinan di Gumi Patuh Karya masih relatif tinggi dan perlu ikhtiar guna menanggulangi hal itu.
“Angka kemiskinan masih ada di posisi 15,6%, akan tetapi indeks rasio Lombok Timur terbaik di NTB,” jelas Sekda HM Juaini Taofik, Ahad (9/4/2023) saat safari Ramadhan di Sukarara Sakra Barat.
Hal ini menandakan pembangunan di Lombok Timur mengalami pemerataan. Meski bangsa telah mengalami berbagai hambatan dalam pembangunan.
Kondisi tersebut menurut Sekda disebabkan pertanian masih menjadi sektor utama penopang ekonomi masyarakat. Karena itu ia mengajak untuk menjaga sektor pertanian.
Kaitan dengan kemiskinan, Sekda mengingatkan kepala desa maupun camat untuk memastikan masyarakatnya memiliki identitas kependudukan.
Selain identitas kependudukan harus dipastikan pula kepesertaan BPJS, utamanya untuk warga miskin. Dengan demikian pelayanan kesehatan terhadap mereka dapat lebih mudah.
Sementara itu, guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat, jumlah rumah sakit bertambah dari satu menjadi lima rumah sakit.
Satu masih dalam proses pembangunan yaitu Rumah Sakit Masbagik Baru, dan satu lagi akan segera diresmikan, yaitu Rumah Sakit Selaparang di Suela.
Hadir saat itu Pimpinan OPD, Forkopimcam, tokoh agama dan masyarakat setempat. Seperti pada safari sebelumnya, diserahkan pula bantuan dari Baznas Kabupaten Lombok Timur.





