Pemkab Lombok Timur Targetkan Penurunan Stunting 14 Persen

oleh -1.560 views
oleh
Sekda Lotim HM Juaini Taofik bersama sejumlah pejabat di momentum Harganas
Sekda Lotim HM Juaini Taofik bersama sejumlah pejabat di momentum Harganas

LOMBOKSATU.com – Pemkab Lombok Timur menargetkan tahun 2024, penurunan angka stunting di bawah 20%, bahkan hingga 14%.

Kendati target angka itu relatif tinggi dan cukup berat, akan tetapi Pemkab Lotim bertekat agar hal tersebut harus mampu terwujud.

Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik menegaskan komitmen tersebut saat perayaan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-29 bersamaan dengan car free day, Ahad (03/07/2022) di Taman Rinjani, Selong.

Peringatan hari keluarga tahun ini mengangkat tema “ayo cegah stunting agar keluarga bebas stunting”. Ini adalah bagian dari upaya Indonesia menuju target nasional yakni menurunkan angka stunting 14% tahun 2024.

Ia memberi gambaran kondisi stunting Lombok Timur saat ini yang relatif masih tinggi. Bisa dibayangkan kalau jumlah penduduk Lotim yang mengalami stunting ratusan ribu.

“Kalau saja 130 ribu, itu artinya setara dengan penduduk Kabupaten Sumbawa Barat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, stunting ini selain menghambat pertumbuhan, kemajuan, kesejahteraan, dan kebahagiaan, penuruna stunting juga menjadi hal penting di masa mendatang.

Sekda menyebut penurunan angka stunting menjadi sangat penting karena 5 sampai 10 tahun ke depan angka stunting menjadi syarat pergaulan antar negara.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas DP3AKB H. Ahmat menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan upaya terus menerus untuk meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

“Mari sama-sama menuju keluarga berkualitas, mari cegah stunting bersama sehingga target 14% bisa tercapai,” ajaknya penuh semangat.

Pada kesempatan itu dilakukan pula pemberian penghargaan kepada Pemenang Lomba ADU JAK (Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe) Tingkat Provinsi NTB.

Penghargaan juga diberikan kepada camat, kepala desa, UPTD KBB atas partisipasi aktif dalam mendukung percepatan penurunan stunting, pencegahan perkawinan anak dan pelaksanaan program bangga kencana.

Selain itu hadiah juga diserahkan kepada pemenang lomba cerdas cermat Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Penyuluhan PKB/PLKB. Kegiatan ini juga diisi dengan senam bersama dan pembagian door price.