Kasus HIV, Dinkes Lombok Timur Pastikan Pasien Dapatkan Layanan Pengobatan

oleh -17 views
oleh
kabid
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Syahid Romdlan, S.Kep., M.Kes

LOMBOKSATU.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur menemukan sebanyak 84 kasus HIV melalui kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Kasus tersebut ditemukan melalui pemeriksaan yang dilakukan sejak tahun 2025 hingga April 2026. Temuan ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Lombok Timur, mengingat sebagian besar kasus ditemukan pada kelompok usia produktif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Syahid Romdlan, S.Kep., M.Kes menyampaikan bahwa kasus HIV yang ditemukan didominasi oleh kelompok usia 15 hingga 30 tahun.

“Kasus HIV yang ditemukan didominasi oleh kelompok usia produktif, terutama usia 15 sampai 30 tahun,” ujar Sahid, Kamis 07 Mei 2026.

Menurutnya, penemuan kasus tersebut tidak terlepas dari upaya skrining dan pemeriksaan kesehatan yang terus dilakukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui status kesehatan seseorang secara lebih dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Dinas Kesehatan Lombok Timur memastikan setiap pasien yang terdeteksi positif HIV mendapatkan pendampingan serta layanan pengobatan sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Selain memperkuat pemeriksaan dan penanganan, Dinas Kesehatan juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat serta memahami langkah-langkah pencegahan penularan HIV/AIDS.

Sahid menegaskan bahwa upaya penanggulangan HIV tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga membutuhkan dukungan sosial dari masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau tidak memberikan stigma maupun perlakuan diskriminatif terhadap orang dengan HIV.

“Yang tidak kalah penting adalah memberikan dukungan kepada penderita HIV agar mereka tetap mendapatkan pendampingan dan menjalani pengobatan secara berkelanjutan,” katanya.

Dinas Kesehatan berharap peningkatan edukasi, skrining, pemeriksaan, pendampingan, dan pengobatan dapat terus dilakukan secara terpadu. Dengan demikian, penemuan kasus HIV dapat dilakukan lebih dini sekaligus mencegah terjadinya penularan lebih lanjut di tengah masyarakat.