Bupati Lombok Timur Tekankan Digitalisasi Harus Diiringi Penguatan SDM

oleh -67 views
oleh
iron
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin

LOMBOKSATU.com — Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menegaskan bahwa percepatan dan perluasan digitalisasi di daerah harus diiringi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta diarahkan pada efisiensi penggunaan anggaran.

Penegasan ini disampaikan saat membuka kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Lombok Timur, Selasa (7/10/2025).

Menurut Bupati, agenda Capacity Building ini berfokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah agar mampu menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan implementasi digitalisasi secara efektif.

“Kalau kita dengar dari Bank NTB, ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil. Pertama, kita akan mendapatkan akuntabilitas yang lebih baik, dan kedua, akan tercipta efisiensi karena transaksi dilakukan secara non-tunai,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penerapan sistem non-tunai juga menjadi langkah penting dalam mencegah potensi penyalahgunaan anggaran serta memastikan inklusi keuangan tetap terjaga.
“Ketika orang membayar menggunakan digital, ini akan lebih aman dan tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan, karena prosesnya sudah jelas dan tidak ada lagi bentuk tunai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi penerimaan daerah, seperti retribusi pasar, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak-pajak lainnya. Menurutnya, sistem pembayaran digital akan mempercepat penerimaan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Lombok Timur yang berhasil masuk dalam nominasi penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) dan TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah).

Prestasi ini, katanya, menjadi bukti keberhasilan kolektif jajaran pemerintah daerah meski dihadapkan pada tantangan berupa pemotongan anggaran lebih dari Rp 300 miliar.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras kita semua. Jadi, patut berbangga kepada seluruh jajaran—terutama para Kabag, Kadis, dan staf—yang telah bekerja dengan baik,” ungkapnya.

Bupati berharap agar upaya digitalisasi terus ditingkatkan sehingga efisiensi dan keamanan transaksi keuangan dapat dirasakan secara merata di seluruh lini pemerintahan dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP2DD Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menambahkan bahwa digitalisasi memiliki peran strategis dalam mempercepat optimalisasi pendapatan daerah serta memperluas akses keuangan digital bagi masyarakat.

“Digitalisasi transaksi keuangan daerah bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendasar untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas keuangan kita,” ujarnya.

Dalam laporannya, Sekda Juaini Taofik juga memaparkan sejumlah capaian positif. Implementasi QRIS dan Virtual Account (VA) kini telah diterapkan di berbagai pasar rakyat di Lombok Timur, disertai peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak melalui kanal digital. Capaian tersebut menunjukkan perubahan perilaku positif akibat kemudahan akses digital.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan masih ada, terutama dalam hal literasi digital masyarakat. Karena itu, dibutuhkan sinergi lintas sektor untuk memastikan pemahaman dan partisipasi publik semakin meningkat.

TP2DD bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem digitalisasi daerah sebagai pilar menuju visi “Lombok Timur Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan.”