Optimalisasi PAD, Bapenda Canangkan Transaksi Melalui QRIS

oleh -2.306 views
oleh
Kepala Bapenda Lombok Timur Muhammad Azlan, M.Ak
Kepala Bapenda Lombok Timur Muhammad Azlan, M.Ak

LOMBOKSATU.com – Untuk mengoptimalkan pendapat asli daerah (PAD), Bapenda Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat mencangkan penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui QRIS.

Kepala Bapenda Muhammad Azlan mengatakan, upaya ini juga untuk mewujudkan Lombok Timur go Digital yang dicanangkan melalui Tim Percepatan Pelaksanaan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

“Makanya tiang (saya) selalu katakan, ‘pilihanya digital atau mental’?” tegas Azlan usai memberi sambutan pada bimbingan teknis operator aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di aula Kantor Bapenda, Selasa (16/8/2022).

Sistem digitalisasi ini, lanjut Azlan, memiliki keuntungan selain optimalisasi PAD, juga mengurangi transaksi manual, mengindari kebocoran PAD, dan menghindari percaloan.

Penggunaan aplikasi ini, juga sesuai arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengurangi penggunaan transaksi tunai (manual).

Karena itu pihaknya mengandeng Bank NTB Syariah untuk memberikan bimbingan teknis kepada 40 orang peserta yang akan menjadi operator sekaligus memberikan bimbingan dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Bimbingan teknis aplikasi tersebut diikuti oleh 19 orang operator di Bapenda dan 21 orang dari kecamatan yang dibimbing langsung oleh pejabat Bank NTB Syariah,” terangnya.

“Setelah bimbingan teknis ini, kita akan terus gencarkan sosialisasi penggunaan aplikasi QRIS ini ke seluruh OPD, kecamatan dan desa. Termasuk ke pasar sehingga para pedagang juga bisa langsung transaksi,” ujar Azlan.

Ia juga menyebutkan, seluruh OPD penghasil PAD yang ada di Lombok Timur akan menggunakan aplikasi QRIS agar seluruh penerimaan dari pajak dan retribusi itu langsung masuk ke kas daerah.

Beberapa OPD yang telah menerapkan sistem digital di Lombok Timur, kata Azlan, di antaranya Bapenda, DPMPTSP, Dinas Perdagangan dan Dinas Pariwisata.

Kedepan pihaknya juga akan mengembangkan pembayaran parkir melalui aplikasi ini. Termasuk tiket masuk ke tempat pariwisata tanpa transaksi uang. “Jadi, para pengunjung tinggal scan barcode QRIS,” tutup ahli akuntan itu.