New Normal, Pemerintah Sosialisasikan SOP Wisata Rinjani

oleh -123 views

LOMBOKSATU.com – Menuju new normal, sejumlah objek wisata di mulai dibuka. Salah satu objek yang mendapat perhatian pemerintah saat ini Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang menurut pemerintah memiliki resiko rendah dari penularan pandemi corona.

Hal itu dapat dilihat dengan hadirnya sejumlah pejabat diantaranya, Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wakil Gubernur, Bupati dan lainnya yang melakukan sosialisasi dan simulasi standar operasional dan prosedur (SOP) Rinjani menuju New Normal di Kantor TNGR Sembalun Lombok Timur, Sabtu, 27/06/2020.

Wakil Gubernur NTB bersama rombongan dan peserta sosialisasi dan simulasi SOP Rinjani menuju new normal sekaligus penyerahan paket sembako dari Pemprov NTB sebanyak 100 paket dan dari Kementerian Pariwisata sebanyak 1.237 paket yang diterima secara simbolis oleh perwakilan guide, porter dan homestay sekaligus penyerahan alat pelindung diri (APD) kepada Kepala Balai TNGR dan Kades Sembalun.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy pada kesempatan itu menyampaikan, untuk memudahkan pendataan pengunjung yang masuk jalur pendakian Gunung Rinjani, maka jalur yang tidak resmi atau ilegal harus ditutup. Hal ini menjadi penting agar apabila terjadinya bencana alam dapat segera diketahui berapa yang masuk melakukan pendakian.

“Jalur pendakian gunung rinjani yang digunakan harus satu pintu atau jalur resmi, tidak boleh ada banyak jalur pendakian,” tegasnnya. Ia juga menyampaikan beberapa masukan untuk para pelaku usaha di sekitar Rinjani dan kenyamanan pengunjung.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan meminta dan memantau semua pihak agar tetap menerapkan protokol dengan maksimal dan berkomitmen mensosialisasikan protokol kesehayan ditengah pandemi corona.

Bupati juga meminta ijin kepada Dirjen KSDAE agar akses jalur pendakian dibuka sampai dengan pos 4 sehingga dapat dilalui transfortasi berupa kuda dan sepeda guna mengurangi beban berat yang dipikul para porter.

Ia juga menuebutkan, masih adanya travel agen yang tidak memberikan dampak positip kepada masyarakat Sembalun sehingga banyak guide dan porter Sembalun yang sifatnya hanya melihat saja.

Oleh sebab itu, bupati berharap kepada Kepala Balai agar pelaku wisata yang lain seperti guide dan porter ditertibkan termasuk travel agen yang menggunakan jalur pendakian Sembalun harus menggunakan guide dan porter asal Sembalun begitu juga sebaliknya, travel agen yang menggunakan jalur pendakian Senaru menggunakan guide dan porter dari Senaru.

Sementata itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB terus gencar melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol Covid-19. Tidak hanya itu, sejumlah tempat wisata dengan risiko penularan Covid-19 rendah diagendakan akan mulai dibuka secara bertahap.

“Rinjani ini risikonya rendah, tetapi tetap hati-hati, protokol Covid ini harus selalu diterapkan,” terang Sitti Rohmi saat memberikan arahan pada kegiatan Sosialisasi dan Simulasi SOP Rinjani Menuju New Normal.

Menurut Wagub, tantangan wisata ditengan pandemi adalah bagaimana masyarakat sekitar secara disiplin mematuhi protokol covid-19, seperti selalu mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak bila beraktivitas di luar rumah sampai vaksin virus covid-19 ini ditemukan.

Wagub berharap agar dibalik pandemi ini semua pihak dapat mengambil hikmahnya. Karena pandemi ini sejatinya juga memberikan waktu pada kita untuk berbenah, memperbaiki kekurangan selama ini sehingga kedepan dapat lebih baik lagi.

“Ini kesempatan kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan kedepan dan tidak hanya menjadi tempat wisata, akan tapi ini akan menjadi pusat edukasi, pusat pemberdayaan masyarakat, sehingga keberadaan Rinjani ini bisa terasa manfaatnya bagi NTB dan Indonesia,” lanjutnya.

Wagub menilai adanya saran bahwa pendakian Rinjani agar dilakukan melalui satu pintu terlebih dahulu serta pentingnya dibangun fasilitas jalur khusus untuk kuda atau sepeda untuk memudahkan para porter membawa barang hingga pos empat, hal itu perlu didiskusikan dengan serius untuk kebaikan bersama.

“Apabila ingin maju maka semua pihak harus duduk bersama, sehingga seluruh pihak mendapatkan manfaatnya dan semua dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemajuan Rinjani kedepan,” terangnya.

Lebih jauh, Wagub dalam kesempatan itu meminta progres terkait pengelolaan sampah. Penekanannya pada pintu pintu masuk jalur pendakian Rinjani sangat diperlukan.

“Ini harus betul-betul kelihatan progresnya dan kuncinya di pintu masuk. Ini harus betul-betul kita perhatikan. Rinjani ini tumpuan hidup kita dan sumber air kita. Jadi antara pariwisata dan kelestarian ini satu dan harus betul betul kita jaga,” ujarnya.

Dengan adanya pandemi ini menumbulkan satu tuntutan yakni penerapan protokol Covid-19. Ada banyak hal positif yang dapat didorong untuk kebaikan pariwisata itu sendiri. Pemprov NTB sendiri kata Wagub telah mengusung konsep bersih, sehat dan aman. Dimana, seluruh destinasi wisata yang ada di NTB harus menerapkannya termasuk Rinjani.

“Semoga tanggal 7 Juli besok, pada saat dibuka, sudah bisa siap dari hulu ke hilir, dari orang naik hingga pulang itu betul-betul diperhatikan dengan sebaik baiknya. Mudah mudahan dengan dibukanya Sembalun ini memberikan semangat bagi kita,” ucap Wagub

Sementara itu Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno menyampaikan bahwa yang paling penting adalah kedisiplinan menerapkan protokol Covid-19. “Ini kita buka secara bertahan, 10% dulu dan kita evaluasi setiap minggu tentu yang kita dahulukan ini domestik,” ujarnya.

Tempat wisata yang telah dinyatakan zona kuning dan zona hijau diperbolehkan buka, tentu dengan beberapa pertimbangan dan persyaratan lainnya. Ia meminta agar pengawasan langsung dilakukan oleh kepala Balai TNGR pada pintu masuk dan memastikan ketertiban semua pengunjung.

“Ibu Menteri membentuk tim kendali dari pusat dengan kepala kepala balai sehingga tiap minggu kita akan evaluasi. Apabila ada terjadi atau positif covid-19, maka kita akan langsung tindak atau tutup. Ini uji coba kita bersma. Bapak Presiden juga memastikan kita membuka pariwisata secara bertahap dan memperhatikan protokol covid-19,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.