HMI Diharapkan Tidak Keluar Dari Garis Perjuangan

oleh -419 views

LOMBOKSATU – Ketua Majelis Wilayah Kahmi NTB, H. Didik Sumardi menegaskan, dinamika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini menjadi tantangan tersendiri dalam berorganisasi. Oleh sebab itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus tetap survive.

“Kahmi dan HMI harus survive dan saling memperkuat dalam rangka membangun bangsa dan negara. Tantangan terbesar kita dalam organisasi adalah mempertahan kegiatan kita agar survive,” tegasnya saat acara silaturrohmi dan halal bihalal MD Kahmi Lombok Timur, Ahad (16|06|2019).

Koordinator Presidium Kahmi NTB, H. Didi Sumardi bersama Presidium Kahmi Lombok Timur dan jajaran pengurus.

Eksistensi organisasi HMI ini menurutnya akan tetap terjaga manakala HMI terus menerus melakukan kaderisasi dari waktu ke waktu. Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas kader yang mampu mewarnai dinamika berbangsa dan bernegara.

“Kami apresiasi Pengurus MD Kahmi Lombok Timur dan HMI Cabang Selong yang terus menerus melaksakan kiprahnya membangun daerah dengan bersinergi dengan pemerintah untuk kemajuan daerah,” paparnya.

Ia juga menyebutkan, posisi kader HMI di NTB telah menempati banyak posisi strategis bahkan, dari 10 kabupaten dan kota di NTB, 6 kepala daerah diduduki oleh Kader HMI. Oleh sebab itu, kader-kader ini harus membangun koherensi sosial dan bersinergi dengan seluruh unsur kader.

“Saya ingatkan semua kader untuk bersinergi dengan pemerintah, agar HMI bisa mewarnai dalam rangka memajukan daerah,” papar Didik Sumardi yang juga Ketua DPRD Kota Mataram ini.

Namun demikian, ia berharap peran itu jangan bergeser dari khithah perjuangan HMI sebagai organisasi kader yang independen. Tidak menyimpang dari ideologi dan nilai-nilai yang dianut oleh HMI.

“Kita harus tetap dalam koridor. Jangan keluar dari spirit awal kita ber-HMI dan ber-KAHMI. Jangan pragmatis, jangan lupakan perjuangan kita secara mendasar dan melanggar hukum,” pintanya.

Posisi Kahmi lanjutnya, harus membangun spirit perjuangan yang baik, memiliki kualifikasi dan berintegritas, memberikan manfaat dalam kebaikan. “Kita tidak ingin mendengarkan kader kita bermasalah. Kader kita harus memberikan aroma yang harum dalam memberikan kontribusi pada sesama,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.