Isu Mutasi, Kepsek Diminta Jangan Resah

oleh -177 views

LOMBOKSATU.com – Isu golombang besar mutasi bernuansa muatan politis dan dugaan adanya jual beli jabatan yang meresahkan sejumlah kepala sekolah (Kepsek) di Lombok Timur ditanggapi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, HM. Zainuddin.

Kepada sejumlah wartawan ia mengatakan, mutasi itu sesuatu yang biasa dan tidak perlu dipandang sebagai suatu yang bersifat politis apalagi dianggap berlebihan karena semua itu ada aturan mainnya. Oleh sebab itu kepala sekolah jangan resah.

“Mutasi itu hal biasa, dan saat ini semua kepala sekolah sedang dievaluasi kinerjanya, kalau kinerja bagus dan memenuhi kualifikasi tidak akan dimutasi,” ungkap HM. Zainuddin di ruang kerjanya, Kamis (13/06/2019).

Dijelaskan, berdasarkan hasil evaluasi itu, ada beberapa kepala sekolah yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai kepala sekolah sebagaimana dalam aturan termasuk yang sudah menjadi kepala sekolah selama dua periode.

“Memang dalam aturan baru, boleh tiga periode selama memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku,” tandas HM. Zainuddin.

Adapun syarat menjadi kepala sekolah yang bisa lanjut pada periode ketiga, lanjut HM Zainuddin, adalah yang sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) calon kepala sekolah dan hasil evaluasi kinerja yang baik dan bagus.

“Itupun harus menempati sekolah yang grade atau klasifikasi sekolah lebih rendah,” ujarnya seraya menyatakan, sekarang ini kita masih pakai sistem lama yakni dua periode.

Ia juga menegaskan, opini publik yang menilai mutasi kepala sekolah bermuatan politis dan dugaan adanya jual beli jabatan itu tidak benar, karena mutasi itu dilakukan melalui prosedur dan seleksi normatif.

“Saya sudah kumpulkan kepala sekolah itu dan saya katakan bahwa, kalau ada yang bayar tunjukkan siapa. Saya akan berikan funishment, jika oknum dinas yang melakukannya silakan laporkan, apalagi yang catut nama saya,” ujarnya.

Ia juga mengaku, saat ini sedang melacak oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya pada calon-calon kepala sekolah. “Tapi sampai saat ini belum saya temukan siapa mereka,” jelasnya.

Ditanya kapan mutasi kepala sekolah dilaksanakan, ia menjawab belum mengetahui secara pasti karena sampai saat ini kepala dinas belum definitif. “Begitu kadis sudah definitif, maka maka mutasi itu akan dilakukan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.