Sekda Lombok Timur Tekankan Kolaborasi dan Pencegahan Penyakit Jantung

oleh -17 views
oleh

LOMBOKSATU.com – Mewujudkan masyarakat sehat bermula dari kesadaran pribadi untuk menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, mulai dari rutin berolahraga, menjaga asupan gizi seimbang, hingga mencukupi waktu istirahat.

Upaya menjaga kesehatan tersebut membutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan sinergi lintas sektor. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Timur sekaligus Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, pada peringatan Hari Jantung Sedunia 2026, Ahad (25/10).

“Seluruh ikhtiar kolektif tersebut,” kata Sekda, “pada akhirnya harus disokong oleh komitmen pemerintah daerah sebagai fondasi utama, di mana kesadaran masyarakat akan terbangun dan terawat dengan optimal apabila ditopang oleh kebijakan berkesinambungan serta peran aktif Dinas Kesehatan dalam menggerakkan ekosistem dan komunitas kesehatan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sekda mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jantung. Ia juga menyampaikan perkembangan layanan medis di Lombok Timur, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan penanganan penyakit jantung.

Saat ini, masyarakat yang membutuhkan tindakan medis khusus, seperti pemasangan ring jantung atau operasi jantung, tidak perlu lagi dirujuk ke Mataram karena layanan tersebut sudah dapat dilakukan langsung di RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Pada kesempatan tersebut, Sekda mengapresiasi jajaran Forkopimda, Forkopimcam, para kepala OPD, serta seluruh pihak yang mendukung dan menyukseskan peringatan Hari Jantung Sedunia di Kabupaten Lombok Timur.

Sementara itu, Ketua Harian YJI Cabang NTB, Lalu Hamzi Fikri, menekankan pentingnya upaya pencegahan di tengah perubahan gaya hidup modern yang turut meningkatkan risiko penyakit jantung pada usia lebih muda.

“Momentum Hari Jantung Sedunia hari ini adalah saat yang paling tepat bagi kita semua untuk saling mengingatkan betapa pentingnya kesehatan jantung. Prinsip pencegahan harus selalu diutamakan karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

Fikri menjelaskan bahwa pola penyakit di masyarakat mengalami perubahan. Jika sebelumnya penyakit jantung identik dengan kelompok usia lanjut atau usia 40–50 tahun ke atas, kini gangguan jantung juga banyak ditemukan pada kelompok usia lebih muda.

Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin praktis dan serba instan. Berdasarkan data yang disampaikannya, penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes masih mendominasi daftar 10 penyakit terbanyak.

Karena itu, gerakan bersama untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat perlu diperkuat. Upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran menjadi bagian penting dalam menekan risiko penyakit jantung.

Sebagai bentuk aksi nyata, penyelenggara juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat untuk membantu mengenali faktor risiko sejak dini. Peserta turut memperoleh pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai bekal penanganan awal dalam kondisi darurat, termasuk saat terjadi serangan jantung.

Mengingat Lombok Timur merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, Fikri berharap edukasi dan pelayanan kesehatan serupa terus digalakkan secara konsisten untuk mendukung masyarakat yang sehat dan produktif.

Peringatan Hari Jantung Sedunia yang dirangkaikan dengan senam bersama tersebut berlangsung di Lapangan Gotong Royong, Masbagik. Kegiatan ini dihadiri pimpinan OPD lingkup Kabupaten Lombok Timur, Forkopimcam Masbagik, dokter, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.