Peringati Harbuknas, Wabup Sebut Minat Baca Masyarakat Rendah

oleh -1.242 views
Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi
Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi

LOMBOKSATU.com – Peringati HUT Perpustakaan Nasional jatuh setiap 17 Mei, dan peringatan HUT ke-42 tingkat Kabupaten Lombok Timur berlangsung Rabu (18/05/2022).

Hari ini sekaligus sebagai momentum peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) yang ditetapkan sejak 20 tahun lalu itu merupakan ide dari Menteri Pendidikan, Abdul Malik Fajar pada 2002.

Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi Sjamsudin saat acara memaparkan membaca buku merupakan keniscayaan dan harus dibiasakan sejak dini.

Ia menilai, sampai saat ini minat membaca masyarakat, khususnya di Lombok Timur masih rendah dan jauh tertinggal dari daerah lain.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya maksimal untuk menumbuhkan minat baca masyarakat sejak usia dini sehingga menjadi kebiasaan.

Ia juga menilai salah satu penyebabnya kurangnya minat baca karena kurangnya kreasi dari pimpinan OPD dalam meningkatkan minat membaca tersebut.

Membaca merupakan kebutuhan, akan tetapi ia mengakui, untuk merubah perilaku dan kebiasaan agar gemar membaca tersebut tidaklah mudah.

“Merubah perilaku manusia tidak gampang, kecuali kalau mereka dididik dari kecil,” kata Rumaksi.

Rumaksi juga mengkritisi kondisi gedung perpustakaan yang membuat para pengunjung kurang nyaman.

Kenyamanan, menurutnya, menjadi salah satu aspek penting masyarakat berkunjung di samping bahan bacaan atau koleksi buku yang dimiliki perpustakaan.

Secara spesifik wabup meminta agar Perpustakaan Lotim menyediakan buku-buku wajib bagi para pelajar dan mahasiswa, termasuk buku mata kuliah kedokteran.

Karena buku teks kedokteran banyak dibutuhkan mahasiswa, terlebih mengingat harganya agak sulit dijangkau.

Sementara itu Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lotim Muh Zaenuddin berharap momentum peringatan hari buku nasional dapat meningkatkan minat membaca masyarakat.

Melalui membaca buku, ia yakin akan membuat manusia kaya ilmu pengetahuan dan informasi dari seluruh dunia karena buku adalah jendela dunia.

Pada saat itu juga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Pihaknya juga melakukan lencanangan rintisan perpustakaan khusus OPD dan kecamatan, serta penyerahan bantuan stimulan koleksi buku kepada perwakilan OPD dan kecamatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.