Pemprov Bersama Pemkab Loteng Resmikan “Kampung Walet”

oleh -110 views
Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri

LOMBOKSATU.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (18/06)2021) meresmikan galeri dan “kampung walet” di Desa Kateng Kecamatan Praya Barat.

Ketua Degranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saftarini Zulkiflimansyah mewakili gubrrnut mengungkapkan, pentingnya budidaya burung walet dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurut Niken, potensi walet di NTB sangat besar. Berangkat dari hal itu pemprov melalui dinas/instansi terkait terus berupaya merangkul dan merangsang minat masyarakat menggeluti usaha budidaya komiditas bernilai tinggi tersebut.

Ia berharap keberadaan kampung walet di Desa Kateng menjadi batu pijakan dalam mengembangkan usaha budidaya walet. “Yang jelas kami siap mendukung,” kata Niken.

Sementara itu Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri, mengapresiasi pendirian galeri tersebut. Dengan adanya balai pengolahan, sarangnya bisa diekspor dengan kualitas dan harga terbaik.

Hal yang tidak kalah pentingnya, keberadaan galeri dan kampung walet ini bisa mendukung sektor lain. Misalnya sektor pariwisata, ia berharap bisa terdampak dengan keberadaannya. Karena sebagai satu satunya di NTB, “kampung walet” Kateng bisa menjadi salah satu kunjungan wisata.

Sementara Dewan Pembina Yayasan Amar Sasambo Drs. Saswadi selaku panitia kegiatan mengungkapkan, budidaya burung walet di Kateng mulai sejak 2018.

Saat ini, Yayasan Amar Sasambo audah mengelola, bahkan sudah mengekspor ke berbagai negara. Tidak hanya Asia, walet asal Kateng bahkan sudah tembus pasar Timur Tengah dan Eropa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengolahan walet binaannya sudah mempekerjakan puluhan warga setempat yang telah diberikan pelatihan khusus. Kedepan ia berharap keberadaan budidaya walet di Kateng mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

“Satu kilogram membutuhkan 10 pekerja dengan upah Rp3 juta. Misalnya dalam satu kali pengiriman mencapai ratusan kilogram, maka akan membutuhkan ratusan kariawan,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan budidaya walet tersebut bisa mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Sedangkan perwakilan Bank Indonesia (BI) perwakilan NTB, Iwan Kurniawan mengungkapkan, eksport sarang walet NTB terbuka luas.

Dari diskusi dengan beberapa pihak di luar negeri, pasar ekspor merata di semua negara khususnya China dan kawasan Asia lainnya.

Adapun dukungan yang akan ia berikan dari pihak perbankan adalah pendampingan usaha dan pelatihan bagi karyawan. Termasuk juga memudahkan penerbitan izin ekspor walet dan masih banyak lagi bentuk dukungan lain. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.