Sekda NTB Diharapkan dari Pejuang Zul-Rohmi

oleh -207 views

LOMBOKSATU – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) menjadi salah satu posisi yang penting untuk diperebutkan para pejabat baik di tingkat kabupaten maupun provinsi seperti yang terjadi saat ini di Provinsi NTB.

Lima calon itu adalah Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M. Si., Asisten II Setda Provinsi NTB, Ir. H. Ridwansyah, MM, M. TP., Asisten I Setda Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si., Kepala Distanbun NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si dan pejabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si.

Muhammad Halqi

Dukungan berbagai pihak pun datang kepada para calon tersebut dengan harapan kepada gubernur lebih arif dan objektif dalam menentukan calon yang akan masuk dalam tiga besar nanti.

“Saat ini ada lima calon yang sudah terjaring. Kelima calon Sekda NTB sekarang sedang berjuang meyakinkan gubernur dan wakil gubernur agar dipilih sebagai Sekda paling tidak untuk 3 besar adalah putra/putri terbaik NTB yakni H Iswandi, H. Husnul Fauzi, dan Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih,” ungkap Ketua Umum (Ketum) Pemuda NW, Dr. Muhammad Halqi, di Pancor, Senin (14/10/2019).

Halqi melihat, fenomena saat ini, berbagai spekulasi muncul dari berbagai kalangan dengan mendorong nama-nama tertentu yang dinilai layak masuk dalam tiga besar sesuai dengan kriteria mereka. Oleh sebab itu ia berharap kepada gubernur untuk mempertimbangkan faktor-faktor tertentu sebagai dasar mengambil keutusan.

“Saya melihat, lima calon Sekda ini adalah putra dan putri NTB yang sudah memenuhi syarat dan kriteria dan pejabat yang memiliki track record yang baik dan penuh pengabdian untuk NTB. Namun perlu kiranya gubernur dan wagub memandang sisi lain yang tentu menurut saya sangat mendasar, yakni sisi perjuangan ketika beliau berikhtiar memenangkan kontestasi tahun lalu,” harapnya.

Harapan ini disampaikan lanjut, Halqi karena pihaknya yakin, sisi penting dalam membangun kebersamaan sejak ikhtiar awal pasangan Zul-Rohmi menjadi hal mendasar dalam mewujudkan NTB Gemilang.

“Kalau saat berjuang saja selalu dalam satu barisan, apalagi saat menang pasti yang bersangkutan merasa bertanggungjawab memastikan program pemerintahan berjalan dengan baik. Dan pasti bedalah, dengan orang yang tidak bersama sejak awal,” sambung Halqi.

Pihaknya juga menyadari penentuan posisi Sekda merupakan wewenang gubernur dengan ketentuan dan kriteria karena jabatan Sekda merupakan jabatan karir para aparat sipil negara (ASN).

“Kami tahu bahwa Sekda itu adalah jabatan karir yang ditentukan atas profesionalitas, namun tetap harus dipertimbangkan sisi lain tersebut,” harap doktor lulusan UNJ itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.