Tekan Angka Pengangguran, Desa Kertasari Kerjasama LLK Latih Pemuda

oleh -268 views

LOMBOKSATU.com – Kepala Desa Kertasari Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur terus berikhtiar menekan angka pengangguran yang selama ini masih menjadi persoalan di masyarakat termasuk di wilayahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan saat ini, pemerintah desa menjalin kerjasama dengan UPT. Loka Latihan Kerja (LLK) Lombok Timur untuk menyelenggarakan pelatihan otomotif (perbengkelan) sepeda motor terhadap para pemuda yang serius mau berkreasi dan menekuni bidang tersebut.

“Kami berharap, melalui pelatihan ini, para pemuda yang sudah mengikuti pelatihan perbengkelan ini bisa terserap sebagai tenaga kerja,” ujar Kepala Desa Kertasari, Ir. Muhammad Saleh, saat meninjau praktikum peserta pelatihan otomotif sepeda motor yang diberlangsung di halaman kantor desa setempat, Rabu (04/09/2019).

Sebelumnya, kata Muhammad Saleh, Pemdes Kertasari juga pernah mengadakan pelatihan serupa pada tahun 2018 yang diikuti oleh pemuda dari dua dusun, yakni Dusun Toron dan Teliah. Kali ini peserta pelatihan berasal dari dua dusun yang berbeda yakni Dusun Mertasari dan Padak yang direkrut secara selektif.

“10 pemuda yang mengikuti pelatihan tersebut sudah kami seleksi ketat, agar upaya kami yang ingin menciptakan lapangan pekerjaan terhadap para pemuda melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kami anggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) ini tidak sia-sia,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Muhammad Saleh, mereka yang sudah mengikuti pelatihan tersebut akan diberikan bantuan alat perbengkelan agar mereka langsung bisa mulai merintis usaha perbengkelannya di tempat tinggal masing-masing.

“Kami sebagai orang tua di Desa Kertasari tidak hanya fokus pada program pembangunan infrastruktur, namun kami juga berkewajiban menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemuda dan masyarakat, salah satunya dengan memberikan pelatihan seperti ini,” ujarnya.

Ahmad Wardi

Terpisah, Kepala UPT LLK Lombok Timur, Ahmad Wardi, S.Sos mengatakan, setelah melakukan pelatihan, para peserta dapat mengikuti uji kompentesi kerja namun sebelum itu harus mengkuti upskilling (peningkatan skill).

“Misalnya mereka sudah mengkuti pelatihan pada motor yang menggunakan karburator, kemudian ditingkatkan pada pelatihan yang menggunakan motor dengan injeksi,” kata Wardi.

Dipaparkan untuk mengikuti uji kompetensi kerja ada tahapan yang harus dilalui sesuai dengan ketentuan karena sertifikasi profesi merupakan upaya untuk memberikan pengakuan atas kompetensi yang dikuasai seseorang sesuai dengan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Dalam ujian kompetensi kerja ini ada tiga hal yang diuji, yakni pengetahuan, keterampilan, dan etitude (sikap) yakni sesuai dengan alur kerja yang sudah ditentukan. Tidak boleh asal jadi tanpa SOP (standar operasional prosedur),” jelasnya.

Wardi juga memaparkan peserta yang mengikuti pelatihan di Desa Kertasari akan diprioritaskan untuk mengikuti upskilling pada tahun 2020 mendatang agar bisa mengkuti uji kompetensi agar mendapatkan sertifikat.

Untuk menjamin kualitas lulusan LLK, kata Wardi, peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat melakukan sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi dilakukan untuk menjamin mutu tenaga kerja dan mempercepat lulusan terserap industri.

“Intinya, pemerintah melalui LLK memberikan hadir memberikan pelatihan untuk menekan angka pengangguran dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat,” ulas Kepala UPT LLK yang masih energik ini.

Sertifikasi kompetensi merupakan pemberian sertifikat kompetensi secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai SKKNI, Standar Internasional, dan/atau Standar Khusus oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah diberi lisensi atau izin.

No More Posts Available.

No more pages to load.